SuaraJogja.id - Kondisi pandemi Covid-19 yang belum berangsur pulih menyebabkan program transmigrasi di Indonesia tersendat. Sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) di Bantul ikut terdampak dan terancam batal berangkat transmigrasi tahun ini.
Kepala Seksi (Kasi) Penempatan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul Istiwasono mengatakan bahwa sebenarnya program transmigrasi di Bantul masih tetap ada. Namun melihat situasi yang tidak menentu hingga saat ini, pihaknya masih belum mendapat konfirmasi dari pusat apakah memang akan tetap berangkat tahun ini atau tidak.
“Kalau biasanya pemberangkatan transmigran itu sekitar bulan Oktober-Desember, tapi kalau tahun ini belum bisa dipastikan. Masih terus koordinasi dan perlu banyak pertimbangan," kata Istiwasono saat dikonfirmasi SuaraJogja.id, Sabtu (10/10/2020).
Istiwasono menyampaikan, pelatihan yang seharusnya digelar pada Juli lalu pun terpaksa dibatalkan sementara waktu. Pihaknya tidak memungkiri bahwa kendala utama transmigrasi tahun ini adalah Covid-19 yang masih belum maksimal dalam penanganannya.
Contohnya, calon transmigran yang terdiri dari beberapa orang dalam satu keluarga itu harus melewati beberapa proses pemeriksaan kesehatan sebelum bisa dinyatakan boleh berangkat. Jika ditemukan satu saja anggota keluarga yang sesuai persyaratan kesehatan, maka tentu akan berdampak pada keseluruhan.
"Tentu hal itu akan merepotkan, bisa jadi malah semuanya lalu tidak jadi berangkat walaupun sudah siap. Itu salah satu kendala yang mungkin dihadapi," ucapnya.
Kemudian permasalahan lain yang tidak kalah penting yakni respons atau tanggapan masyarakat yang ada di lokasi tujuan kepada para transmigran ini. Istiwasono mengatakan, protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang mengharuskan transmigran untuk karantina diri selama 14 hari juga bakal merepotkan. Pasalnya, para transmigran belum mengenal lingkungan dan masyarakat sekitarnya.
Dengan mempertimbangkan beberapa permasalahan yang mungkin terjadi tadi, Istiwasono menjelaskan, pihaknya akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat, yakni ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Terkait hal itu, pihaknya terus menjalin hubungan dan komunikasi yang baik dengan para calon transmigran asal Bantul untuk menjaga semangat mereka.
"Terus kami bina untuk tetap menjaga semangat dan animo mereka [calon transmigran]. Tidak dipungkiri bahwa tidak banyak yang bersedia suka rela untuk ikut program transmigrasi jadi memang harus dijaga betul-betul," ungkapnya.
Baca Juga: Gratis, Platform Ini Berikan Layanan Cuma-cuma UMKM Untuk Go Online
Ia menambahkan, ada beberapa lokasi penempatan yang digunakan sebagai tujuan oleh para transmigran di Kabupaten Bantul. Beberapa lokasi penempatan itu di antaranya Mahalona di Luwu Timur, Sulawesi Selatan; Paser, Kalimantan Timur; Muna, Sulawesi Tenggara; Mamuju Tengah, Sulawesi Barat; dan Wajo, Sulawesi Selatan.
Sementara itu, istri calon transmigran asal Bantul, Bekti Mardini Nursiam Lestari (27), mengaku tidak mengetahui wacana terkait penundaan keberangkatan untuk program transmigrasi. Ia dan suami masih meyakini untuk tetap dapat berangkat tahun ini.
"Belum dikasih kabar lagi, tapi ya semoga saja tahun ini bisa berangkat," kata Bekti.
Ia mengaku sudah menunggu cukup lama untuk bisa berangkat dalam program transmigrasi ini. Sang suami, kata dia, telah mendaftar pada 2017 silam.
ia menambahkan bahwa mereka belum berangkat karena menunggu sampai adanya program transmigrasi yang menuju daerah Mahalona, Sulawesi Selatan. Terkait dengan pelatihan pun, mereka sudah menjalaninya sejak setahun lalu.
“Insyallah berangkat, soalnya di sana [daerah penerima] sudah dibikin atau dipersiapkan kok. Rencana berangkat empat orang sama dua anak sudah terdaftar, semoga memang benar bisa berangkat," harapnya.
Berita Terkait
-
Gratis, Platform Ini Berikan Layanan Cuma-cuma UMKM Untuk Go Online
-
Videografis: Panduan Belanja Aman dan Sehat saat Pandemi
-
Angka Covid-19 di Kaltim Tembus 10 Ribu
-
Kecanduan Belanja Online Meningkat saat Pandemi Covid-19, Kenali Cirinya!
-
Padasan Hampir Hilang, Warga Bantul Buat Gentong Raksasa sebagai Pengingat
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Bahlil Rangkap Menteri dan Menko, Pengamat Sebut Prabowo Selamatkan Agenda Politik 2029
-
Resep Kuliner Tradisional Mulai Hilang, 45 Persen Warisan Gastronomi Indonesia Terancam Punah
-
Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku
-
JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak
-
Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi