SuaraJogja.id - Beredar sebuah video seorang dokter membuat diagnosis kesehatan terhadap seseorang tanpa adanya konsultasi atau pun anamnesis terlebih dahulu. Dokter tersebut mendiagnosis Denise Chariesta hanya melalui pengamatannya terhadap perilaku orang tersebut.
Dalam video tersebut, dokter yang diketahui bernama Martin ini memberikan diagnosis gangguang kejiwaan histrionik terhadap wanita yang kontroversial karena video "orang kaya nongkrong di mal" itu.
"Aku Dokter Martin, aku mengamati perkembangan Mbak dari hari ke hari. Sepertinya Mbak sedang mengalami gangguan kepribadian yaitu histrionik," ucap dr Martin dalam videonya.
Ia kemudian menunjukkan cuplikan artikel dari jurnal National Center for Biotechnology Information (NCBI) yang tentang gejala dari histrionik. Menurutnya, Denise mengalami semua gejala tersebut.
"Nih kata NCBI, harus ada 5 gejala dari 8 gejala untuk mendiagnosa histrionik. Mbak punya semuanya lo," jelas dr Martin di videonya.
Video diagnosis dokter lewat media sosial ini pun menuai komentar kontra dari warganet. Mereka protes keras dengan tindakan dokter tersebut karena dirasa melanggar kode etik profesi kedokteran.
Salah satu warganet yang kontra dengan perilaku dokter ini adalah pemilik akun Twitter @ansiboi. Ia membuat utas sebagai bentuk ketidaksetujuannya dengan tingkah dokter tersebut.
Ia mengunggah video tersebut dan mencuitkan, "Ini lagi, kelakuan dokter medsos macem k***. Keren amat negakin diagnosis tanpa wawancara. Banyak fansnya pulak. Hadeh mau ampe kapan klen menghamba orang2 t*** mahasucimahabenar?"
Kemudian ia menuliskan bahwa jelas dokter tersebut melanggar kode etik dan sumpah dokternya. Selain itu, diagnosis tanpa anamnesis ini, kata dia, bisa menjadi sebuah perundungan karena tanpa persetujuan dari pihak yang didiagnosis.
Baca Juga: Guru Besar UI: Vaksin Itu Bisnis Besar Pengusaha Taipan!
"Fix ini mah, 1. ngelanggar kode etik, 2. ngelanggar sumpah dokter, 3. ga punya empati, 4. menggar (?) hukum, 5. perundungan," ujarnya.
Ia juga menuliskan bahwa video yang diunggahnya tersebut telah ia potong karena ia merasa kasihan dengan orang yang didiagnosis oleh si dokter.
"Ada di awal video mbaknya tapi w ilangin karena kasian udahlah," pungkasnya.
Sontak unggahan dari akun Twitter @ansiboi pada Kamis (22/10/2020) ini menuai berbagai respons dari warganet. Mereka turut mengecam perilaku oknum dokter yang berani mendiagnosis seseorang di media sosial tanpa adanya anamnesis.
"Secara teknis praktik penegakan diagnosis kesehatan melalui medsos sudah melanggar uu praktik kedokteran
Kalopun konsultasi online wajib di media telemedisin semisal halodoc,alodokter,ataupun telemedisin yg dimiliki oleh rumah sakit atau layanan kesehatan resmi," tulis akun @azitromisinku.
"Ini reminder buat gw sendiri untuk sangat berhati² sebelum mengotak-ngotakkan seseorang memiliki gangguan kejiwaan tertentu hanya berbasis kata² atau perilakunya. Butuh anamnesis mendalam dan tes psikometrik khusus untuk negakinnya. Mensuspek boleh, tapi jangan mendiagnosis," ujar akun @bhaskaradirana.
Berita Terkait
-
Guru Besar UI: Vaksin Itu Bisnis Besar Pengusaha Taipan!
-
Vaksin Covid-19 Jadi Kontroversi, dr Berlian Idris: Jangan Mainin Nyawa
-
Tak Bermaksud Sombong, Denise Chariesta Bikin Video untuk Sindir Teman
-
Cewek Viral Sok Kaya Bantah Menipu Tunangan Boy William
-
Heboh, Salshadilla Jodohkan Lutfi Agizal dengan Cewek Viral Pamer Kekayaan
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
Terkini
-
Rotasi Sejumlah Pejabat Utama di Polda DIY, Ini Daftarnya
-
Sampah Organik Milik Warga Kota Jogja Kini Diambil Petugas DLH, Simak Jadwalnya
-
DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
-
Dana Desa 2026 Terancam Dipangkas, Pengembangan Koperasi Merah Putih di Bantul Terkatung-katung
-
Gengsi Maksimal, Dompet Santai! 4 Mobil Bekas Harga Rp60 Jutaan yang Bikin Melongo