SuaraJogja.id - Tiga orang pesepeda diduga menjadi korban penyiraman air keras di area Jalan Palagan, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman pada Kamis (29/10/2020) pagi. Kabar tersebut disampaikan dalam akun Instagram @bryan_manov.
Kapolsek Ngaglik Kompol Tri Adi Hari Sulistia mengungkapkan, pihaknya hingga saat ini masih menyelidiki kejadian tersebut.
"Korban sampai saat ini belum melapor," kata dia, Jumat (30/10/2020).
Adi menambahkan, karena belum dilaporkan secara resmi ke aparat Polsek Ngaglik, maka kejadian tersebut sementara ini baru beredar di media sosial. Ia menambahkan, sejauh ini pihaknya selalu mengarahkan kepada anggota untuk melakukan patroli setiap pagi, khususnya di jalur pesepeda, baik itu jajaran Sabhara, Unit Lalu Lintas, maupun anggota tertutup.
Jajaran Kepolisian Resor Sleman turut mendalami dugaan penyiraman air keras terhadap pesepeda di Kapanewon Ngaglik, Sleman.
Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah menjelaskan, sejauh ini, korban belum melapor ke Polres Sleman. Namun, pihaknya masih mencoba untuk berkomunikasi lebih jauh dengan korban. Tujuannya, untuk memudahkan penyelidikan seperti bagaimana ciri-ciri pelaku lebih detail.
"Kejadian sudah kami monitor sejak kemarin dan sudah komunikasi tapi belum bertemu dengan korban. [Kami] mau gali lebih dulu tentang ciri-ciri pelaku, kendaraan yang digunakan atau hal lain yang spesifik pelaku ini," ungkap Deni, kala dihubungi wartawan, Jumat.
Deni menambahkan, karena kejadian itu belum dilaporkan secara resmi ke Mapolres Sleman, maka pihaknya belum mendapatkan informasi tersebut lebih mendalam.
Sementara ini, dari sependek informasi yang ia terima, sedikitnya ada dua orang korban dan menurutnya ada saksi yang melihat peritiwa tersebut. Data inilah yang akan dicocokkan dengan ciri-ciri terduga pelaku, sembari menunggu komunikasi dengan korban.
Baca Juga: Diduga Disiram Air Keras, 3 Pesepeda di Jogja Rasakan Panas di Kulit
"Kami mengimbau rekan-rekan jangan melaksanakan kegiatan sendiri, paling tidak berdua atau bertiga terus tetap harus waspada. Satu sama lain harus mengawasi jangan terlena dengan kondisi yang sepi, kan suasana nyaman tapi potensi kerawanan kriminal tetap ada," katanya.
Aktivis Pesepeda, Elanto Wijoyono, menyayangkan adanya kejadian penyiraman air keras terhadap pesepeda itu. Sebab menurut dia, secara prinsip semua pengguna jalan berhak atas keamanan dan keselamatan. Baik itu pemerintah, Pemda, maupun sesama pengguna jalan, punya tanggung jawab menjaga aspek tersebut.
"Kasus tersebut mengindikasikan tindakan kriminal. Jadi penyidikan dan penuntasan kasusnya harus dipastikan pada ranah pidana," tegasnya.
Lebih jauh, penting bagi Pemda dan aparat untuk bisa membangun sistem yang lebih utuh dalam melindungi keamanan dan keselamatan pengguna jalan, khususnya pesepeda atau pengguna kendaraan tidak bermotor, pejalan kaki, hingga difabel.
Pengguna kendaraan nonmotor termasuk kelompok paling rentan di jalan raya. Jaminan keamanan dan keselamatan terhadap kelompok tersebut penting untuk diberi rasa aman dan nyaman berkendara.
"Korban seharusnya melapor agar ada penyelidikan dan penuntasan secara hukum," ujarnya.
Berita Terkait
-
Diduga Disiram Air Keras, 3 Pesepeda di Jogja Rasakan Panas di Kulit
-
Kewalahan Marak Pesepeda Diincar Begal, Pemprov DKI Minta Bantuan Tentara
-
4 Tulisan Unik Pesepeda Tangkal Begal: Ada yang Curhat Belum Gajian
-
Waspada Gowes di Jakarta! Pria Bertato hingga Tentara Jadi Sasaran Begal
-
Mengerikan! 7 Begal Sepeda Teror Jakarta Selama Oktober
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi
-
Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir