SuaraJogja.id - Wisatawan yang menikmati destinasi wisata alam masih sangat tinggi di Yogyakarta, termasuk saat momen libur panjang pekan lalu.
Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat destinasi wisata alam masih menjadi tujuan favorit kunjungan turis pada liburan panjang pekan lalu.
"Wisata alam masih menjadi tujuan favorit bagi wisatawan saat libur panjang minggu lalu. Angka kunjungan wisatawan naik signifikan dibanding hari-hari libur sebelumnya," kata Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Suci Iriani Sinuraya di Sleman, Selasa (3/11/2020).
Menurut dia, destinasi seperti kawasan lereng Gunung Merapi dan Taman Tebing Breksi di Prambanan masih menjadi tujuan wisata yang diminati wisatawan.
"Dari lima hari libur panjang minggu lalu dari 12 destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan tercatat kurang lebih sebanyak 58.700 lebih pengunjung yang masuk destinasi wisata di Sleman," katanya.
Kunjungan turis tersebut meliputi destinasi wisata kawasan Kaliurang dan Agro Wisata Bumi Merapi, kawasan destinasi wisata Cangkringan seperti Kaliadem, Bunker Merapi dan Bukit Klangon.
"Kemudian Tebing Breksi, Grojogan Watu Purbo, Museum Gunungapi Merapi (MGM) dan Monumen Jogja Kembali (Monjali), Candi Sambisari dan Candi Ijo, serta Jogja Exotarium," katanya.
Ia mengatakan, dari pemantauan yang dilakukan Dinas Pariwisata Sleman, puncak kunjungan turis terjadi pada hari libur Maulid Nabi Muhammad Kamis 29 Oktober 2020.
"Dan dari wisatawan yang berkunjung ke destinasi tersebut rata-rata menaati protokol kesehatan untuk cuci tangan dan memakai masker," katanya.
Baca Juga: 2.883 Wisatawan Langgar Protokol Kesehatan Selama Libur Panjang di DIY
Suci mengatakan, saat masih ada turis yang abai, dari pengelola destinasi diwajibkan untuk mengingatkan dan menegur jika tidak mematuhi protokol kesehatan.
"Untuk destinasi yang sudah kami lakukan verifikasi juga sudah secara periodik mengingatkan wisatawan untuk memakai masker dengan benar, cuci tangan, dan jaga jarak, melalui pengeras suara," katanya.
Berita Terkait
-
Dari Tanggal Gajian hingga Destinasi Dekat, Ini 5 Tren Liburan Wisatawan Asia Tenggara 2026
-
Warisan 1.300 Tahun di Tibet, Barkhor dan Potala Jadi Magnet Wisata Lhasa
-
Bukan di Area 51, Festival UFO Justru Digelar di Kulon Progo
-
Wisman Pengguna Kereta Api Capai 308.874 Orang pada Semester I 2026
-
Mengintip Kehidupan Dua Negara dari Wisata Patok Perbatasan Sebatik
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Haraku Ramen Buka Gerai Pertama di Jogja, Cita Rasanya Dipuji Bupati Sleman: Cocok di Lidah!
-
Seni Jathilan 'Gemparkan' Pasar Ngijon, Ketika Budaya Gerakkan Roda Ekonomi
-
Harda Tak Soal Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Jamin Tak Ada PHK PPPK
-
Pedagang Bendera Musiman di Jogja Gigit Jari, Instansi Pilih Stok Lama
-
Ramai-ramai Pasang Pagar Tinggi, Pakuwon Mall Jogja Tepis Isu demi Keamanan