SuaraJogja.id - Kritikan tajam dilontarkan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri soal kondisi Ibukota DKI Jakarta yang amburadul.
Pernyataannya soal amburadul itu mengacu pada kondisi Jakarta yang urung bisa menjadi City of Intellectual.
Ia membandingkan bahwa Jakarta saat ini kalah saing dengan kota-kota besar lainnya yakni Semarang, Solo hingga Surabaya yang di bawah kader-kadernya berhasil menjadi kota mahasiswa atau City of Intellectual.
"Terima kasih yang jadi peringkat kesatu, kedua, dan ketiga, Semarang, Solo, Surabaya, itu adalah anak-anak dari partai saya," kata Megawati seperti dikutip dari Hops.id
Sebagai pelengkap, Megawati merasa bangga dengan tiga kota yang telah menjadi city of intellectual atau kota yang berilmu pengetahuan, karena pemimpinnya mengerti. Menurutnya sebagai kader PDIP selalu mengajari pemimpin daerah untuk mencerdaskan warganya.
Megawati pun memberikan contoh, pada salah satu kampus yang bisa menjadi tolok ukur lahirnya visi City of Intellectual yakni Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang berada di kawasan Rawamangun, Jakarta timur.
Saat ini UNJ dinilai belum bisa menjadi City of Intellectual bagi Jakarta, meski prasasti pertama kali terhadap cita dan visi city of intellectual berada di kampus tersebut.
"Sayang kan kalau Rawamangun belum berhasil jadi city of intellect. Jadi para akademisi, saya mohon sangat, secara akademis kita melihat kita ini tujuannya mau ke mana," kata Megawati.
Terkait pernyataan yang diungkap Megawati Soekarnoputri, penguasa DKI Jakarta yang tak lain Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria rupanya tak mempersoalkan pernyataan yang telah dilontarkan Megawati pada kota yang tengah dipimpinnya saat ini.
Baca Juga: Megawati ke Anak Muda: Aneh, Sudah Ada Internet Kenapa Percaya Hoaks?
Bahkan Riza tak menilai sedikitpun pernyataan tersebut sebagai salah satu hal yang perlu ditanggapi negatif. Karena menurut Riza, pernyataan itu telah menjadi masukan bagi dirinya yang tengah memimpin DKI Jakarta untuk menjadi lebih baik.
"Semua masukan yang ditujukan ke Kami, selalu menjadi obat bagi kami untuk terus meningkatkan dan memperbaiki kota Jakarta agar lebih maju dan bahagia warganya," jelas Riza.
Adanya masukan tersebut, lanjut Riza, akan selalu menjadi motivasi untuk Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan kinerja, perbaikan dan menjaga kualitas dalam berbagai hal pelayanan maupun pengembangan kota.
Dengan demikian, tugas tersebut akan menjadi kekuatan ketika pemerintah dan warganya mampu bersinergi membangun kotanya sendiri agar jauh lebih baik dan maju secara bersama. Secara khusus menurut Riza, Ibu kota Jakarta tentu bisa maju dengan peran warganya secara keseluruhan.
"Dalam pembangunannya kami selalu melibatkan semuanya, mulai dari partai politik yang ada di Jakarta, melalui DPRD, ormas, UKP, komunitas tokoh-tokoh agama, tokoh tokoh pemuda, tokoh masyarakat semua terlibat bersama-sama membangun kota Jakarta," tutup Ariza.
Tag
Berita Terkait
-
Anies Baswedan Mendadak Temui Habib Rizieq Selasa Malam, Ada Apa?
-
Sering Di-bully, Megawati: Banyak Orang Tak Suka Saya, Gak Apa-apa
-
Megawati Sebut Jakarta Kini Amburadul, Riza: Kami Anggap Obat Perbaiki Kota
-
Megawati Sebut Jakarta Amburadul, Wagub DKI: Jadi Obat Bagi Kami
-
Megawati Rasakan Banyak Orang Tak Suka Dirinya
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gelombang Pengunduran Diri di Partai Buruh Berlanjut, Seluruh Pengurus DIY Kompak Pamit
-
Viral Debat Mahasiswa dan Rektorat UNY saat Hendak Gelar Aksi, Begini Kronologi Lengkapnya
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda