SuaraJogja.id - Menjelang debat Pilkada Sleman putaran ketiga, Kamis (12/11/2020), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah DIY menggelar Pelatihan Cek Fakta selama tiga hari.
Pelatihan yang didukung AMSI Pusat dan Google News Initiative (GNI) ini berlangsung sejak Senin (9/11/2020) hingga Rabu (11/11/2020).
Ketua Umum AMSI Wenseslaus Manggut mengatakan, pelatihan cek fakta penting karena sejumlah alasan, di antaranya untuk memberantas hoaks. Melalui pelatihan ini, para jurnalis mendapat bekal untuk menghadirkan informasi yang akurat bagi publik di tengah maraknya informasi yang tidak benar atau hoaks, khususnya di media sosial.
Tren selama ini, hoaks sering kali menumpang saat ada peristiwa besar, dan Indonesia saat ini sedang berada dalam dua peristiwa besar: pandemi Covid-19 dan Pemilihan Kepala Daerah 2020. Hoaks seputar dua peristiwa ini pun lumayan besar dan menganggu kenyamanan serta keadaban publik.
Dengan berita-berita yang akurat, maka publik akan mendapatkan konten yang sehat. Untuk itu dengan pelatihan ini, para jurnalis yang ikut dalam pelatihan bisa menguji kebenaran atau melakukan verifikasi berita atau informasi yang diterima tersebut -- apakah benar atau hoaks. Sebab, hoaks akan menyesatkan masyarakat.
Wens menegaskan, tugas media adalah menjadi “clearing house”, rumah bagi publik untuk mencari jawaban atas informasi yang diragukan kebenarannya, dan di situlah pentingnya wartawan memahami cara kerja cek fakta.
Program Cek Fakta ini merupakan lanjutan kegiatan yang telah dilaksanakan pada Pemilihan Presiden 2019 lalu. Program Cek Fakta 2020 digelar 16 AMSI wilayah di berbagai daerah di Indonesia.
Setelah mengikuti pelatihan, peserta juga akan mempraktikkan Cek Fakta ini di dalam Debat Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati di Pilkada Sleman, yang akan diikuti tiga pasangan pada Kamis (12/11/2020) malam. Tim Cek Fakta AMSI DIY juga akan melakukan pemantauan saat hari pemungutan suara Pilkada 2020, pada 9 Desember 2020.
Ketua AMSI Wilayah DIY Anton Wahyu Prihartono berujar, pelatihan Cek Fakta di DIY bukan hanya untuk membekali kemampuan jurnalis maupun editor dalam melakukan verifikasi informasi, melainkan juga diikuti oleh mahasiswa khususnya yang aktif di pers kampus. Dengan demikian, aktivis pers kampus bisa memahami cara kerja penyajian berita yang benar.
Baca Juga: CEK FAKTA: Habib Rizieq Pernah Bersumpah Najis Pulang Indonesia?
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Habib Rizieq Pernah Bersumpah Najis Pulang Indonesia?
-
Isu Gatot Nurmantyo Tolak Bintang Mahaputera dari Jokowi, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Benarkah Gatot Nurmantyo Tolak Bintang Mahaputera dari Jokowi?
-
CEK FAKTA: Benarkah CNN Tak Sengaja Tampilkan Logo Pornhub saat Siaran?
-
CEK FAKTA: Benarkah Video Ini Berisi Bukti Kecurangan Pilpres AS 2020?
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi