Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora
Jum'at, 13 November 2020 | 12:38 WIB
Korban terluka (kiri) di bagian kepala karena tembakan senjata air soft gun dari terduga pelaku berinisial BP (25) (kanan) di Pedukuhan Kwalangan RT 1, Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul. - (SuaraJogja.id/HO-Polsek Pandak)

SuaraJogja.id - Emosi seorang sopir truk asal Pedukuhan Kwalangan RT 1, Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul tak terbendung setelah dibohongi oleh temannya. Pria 25 tahun berinisial BP itu nekat melepaskan 8 kali tembakan dengan airsoft gun kepada teman yang juga tetangga rumahnya.

Korban bernama Riskuna Okta Nurmafiaji asal Pandak, Bantul mengalami luka di bagian perut sebelah kanan dan luka di kepala. Pria 24 tahun ini langsung dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Bantul.

Kapolsek Pandak AKP Wartono membenarkan kejadian tersebut. Dirinya menjelaskan bahwa peristiwa terjadi pada Kamis (12/11/2020) pukul 22.15 WIB.

"Benar terjadi dugaan penganiayaan menggunakan senjata jenis airsoft gun di wilayah hukum kami. Terduga pelaku dengan korban merupakan tetangga," kata Wartono, ditemui di Mapolsek Pandak, Jumat (13/11/2020).

Baca Juga: Todong Pegawai Hotel Tangerang Pakai Airsoft Gun, SD Ngaku Gangguan Jiwa

Ia mengatakan, awal mula penganiayaan terjadi bermula lantaran BP sudah menyimpan dendam kepada korban sejak satu bulan lamanya. Pelaku kerap dijanjikan untuk mengantar orderan muatan barang, tetapi oleh korban selalu ditunda, bahkan diberikan ke orang lain.

"Mendapat tawaran pekerjaan itu, terduga pelaku ini menyiapkan dan membenahi truk miliknya, tetapi oleh korban selalu diberikan kepada orang lain, sehingga terduga pelaku merasa dibohongi," katanya.

Emosi terduga pelaku makin memuncak ketika ia kembali menghubungi korban. BP sengaja menanyakan lagi orderan yang sempat ditawarkan korban, yang merupakan petugas satpam di salah satu bank pemerintah itu.

Kapolsek Pandak AKP Wartono ditemui wartawan di Mapolsek Pandak, Kabupaten Bantul, Jumat (13/11/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

"Sebelum melakukan penembakan, terduga pelaku mengonsumsi minuman beralkohol terlebih dahulu. Selanjutnya dia menelepon korban dan menanyakan kelanjutan orderan itu. Namun kata korban, orderan sudah diberikan ke orang lain. Mendengar itu, terduga pelaku emosi," kata Wartono.

Hilang kesabaran, BP mendatangi rumah korban, yang juga tetangganya, pukul 22.15 WIB. BP sudah menyiapkan airsoft gun untuk membuat perhitungan kepada korban.

Baca Juga: Satpam Beli Airsoft Gun Ilegal di Facebook, Digunakan Teror Mahasiswa UIN

Terduga pelaku datang menggunakan motor dengan emosi. BP berteriak-teriak kepada korban dan diajak untuk keluar rumah. Korban pun menyanggupi.

Load More