"Berbicara dengan orang tersebut tentu tak mudah. Saya menanyakan datang dari mana?, dia menyebut dirampok. Iya awalnya saya mendengar dia korban perampokan. Tapi dia menyebut lagi Bumiayu, sehingga saya baru sadar jika dia berbicara Sirampog, sebuah kecamatan yang ada di Brebes, Jawa Tengah," katanya.
Mulai dari petunjuk tersebut, Sujiyati membuat unggahan tentang ODGJ bernama Wike yang berasal dari Sirampog, Brebes, Jawa Tengah di grup media sosial. Hasilnya, banyak yang membalas dan memberi petunjuk lain.
Dua bulan Suji dan Arie datang dan memberi makan kepada Wike, sembari mencari informasi tentang keluarga ODGJ ini. Hingga akhirnya unggahan Suji mendapat tanggapan dari salah satu akun yang mengaku sebagai tetangganya.
"Akhirnya ada tetangga Wike yang menanggapi postingan yang kerap saya unggah. Wike bukanlah nama aslinya, melainkan Kasirah. Tapi kami sudah mengenal namanya sebagai Wike. Ia sudah 15 tahun hilang dan pergi dari rumahnya. Saya minta untuk dihubungkan dengan keluarga dia dan dapat nomornya. Setelah itu saya berkomunikasi dengan keluarga Wike," ujar Suji.
Pertama dihubungi respon keluarga Wike cukup baik. Suji dan Arie berusaha agar Wike bisa bertemu keluarganya yang ada di Brebes.
Namun, komunikasi dengan pihak keluarga mulai tersendat. Pihak keluarga berjanji untuk segera menjemput Wike. Namun sampai saat ini tak ada realisasinya.
"Kami kurang paham mengapa mereka tidak segera menjemput Wike. Hampir 4 bulan dia terlantar dan tak ada yang mengurus wanita ini," ujar dia.
Pupus harapan untuk mempertemukan Wike kepada keluarganya, Arie tak tinggal diam. Rasa untuk saling membantu manusia tumbuh bulat hingga dirinya rela mencari tempat tinggal Wike.
"Awalnya kami pikir dia bisa tinggal di indekos. Tapi apakah lingkungannya nanti menerima atau tidak, itu menjadi kekhawatiran kami. Akhirnya kami konsultasi dan sementara, Wike tetap tinggal di bawah pohon. Saya jelas tidak tega. Apalagi saat ini musim hujan," ujar Arie yang juga memiliki usaha properti ini.
Baca Juga: Talut di Jalan Srandakan Ambrol, Hampir Sepekan Tak Diperbaiki
ODGJ juga Manusia Ciptaan Tuhan
Semangat untuk memanusiakan-manusia tak surut di hati Arie. Dia kembali berkonsultasi dan akhirnya menemukan sebuah pondok pesantren di Gunungkidul yang bisa menampung ODGJ seperti Wike.
Namun begitu, syarat utama Wike harus memiliki surat hasil rapid tes yang menyatakan dia bebas Covid-19. Kendati demikian membujuk Wike untuk mendatangi puskesmas atau tempat rapid tes tidaklah mudah.
"Tentu dia tidak nyaman ketika bertemu banyak orang. Kami harus mencoba membujuk dia untuk mau diajak ke tempat yang lebih layak. Bayangkan tiap harinya dia harus tidur di bawah pohon. Ketika hujan lebat, kadang saya kepikiran terus dengan keadaannya," kata dia.
Menampung Wike di rumahnya tidak akan mudah. Lingkungan tetangga Arie belum tentu setuju dengan kehadiran Wike.
Suji dan Arie menargetkan agar wanita asal Brebes ini bisa masuk ke Ponpes yang ada di Gunungkidul. Hal itu semata untuk memberi tempat layak untuk Wike.
Berita Terkait
-
Jumlah ODGJ Tembus 1.600 Orang, Kabupaten Batang Belum Punya Bangsal Jiwa
-
Duh! Lagi-lagi Lutfi Agizal Kena Hujat Usai Bagikan Makanan ke ODGJ
-
Tiga Kali Bakar Sajadah Masjid, Polisi: Pelaku ODGJ Ditangkap Juga Percuma
-
Kemenkes: Stigma Negatif Bisa Pengaruhi Masa Depan ODGJ
-
Duh, Masih Ada Tradisi Pasung ODGJ dengan Rantai atau Pasak Kayu di Cianjur
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi