SuaraJogja.id - Sebuah robot pintar mampu menegur orang-orang yang tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak di tengah pandemi.
Dilansir dari Kyodo News, robot pintar ciptaan Advanced Telecommunications Research Institute International yang berbasis di Kyoto ini tengah dalam proses pengujian di sebuah toko di Osaka sejak Rabu lalu.
Setelah menginput tata letak toko yang akan diawasi, robot yang dilengkapi dengan kamera dan sensor ini mampu mengamati pergerakan pelanggan dan mengukur jarak menggunakan laser saat berpatroli.
Robot tersebut akan mengidentifikasi pelanggan yang tidak mengenakan masker, dan akan menghampiri meminta mereka untuk memakai masker.
Robot ini juga punya tugas memperingatkan orang-orang yang tidak menjaga jarak saat mengantri untuk membayar.
Selain bertugas sebagai 'polisi' masker, ternyata robot ini juga dapat menggantikan peran SPG, yaitu membantu mengarahkan pelanggan ke produk yang dimaksud di toko. Tujuannya, tentu saja untuk meminimalkan interaksi antar SPG dan pembeli, sehingga penularan Covid-19 bisa dicegah.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Pameran PASSAGE: Jembatan Seniman Yogyakarta Menuju Panggung Prancis
-
Ketika SD Negeri di Jogja Kekurangan Murid, Guru Patungan demi Tetap Bisa Bermimpi
-
Haedar Nashir: Tak Ada Kompromi bagi Pelaku Pelecehan Seksual di Kampus Muhammadiyah
-
Skandal Korupsi Beruntun, Muhammadiyah Desak Presiden Pimpin Perang Total, Tak Sekedar Ceramah
-
Diduga Jadi Korban Mafia Tanah, Warga Sleman Kaget Sertifikat Beralih Nama dan Jadi Agunan Bank