- Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan larangan kompromi terhadap kasus pelecehan seksual di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah.
- Tiga kampus Muhammadiyah di Yogyakarta menonaktifkan oknum yang terlibat dugaan pelecehan seksual untuk menjaga kepercayaan masyarakat luas.
- Pimpinan perguruan tinggi harus menyelesaikan kasus tersebut secara transparan melalui koridor hukum dan sistem perlindungan korban.
SuaraJogja.id - Rentetan dugaan pelecehan seksual yang mencuat di sejumlah perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA), mulai dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), hingga Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, mendapat perhatian serius dari Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Ia menegaskan, tidak boleh ada kompromi terhadap pelaku pelanggaran moral di lingkungan pendidikan.
"Kita semua tidak memberi ruang pada masalah-masalah yang bersifat demoralisasi, yang melemahkan potensi bangsa. Itu harus menjadi komitmen seluruh lembaga pendidikan di Indonesia," ungkap Haedar disela pertemuan dengan Forum Rektor PTMA di Yogyakarta, Senin (13/7/2026) malam.
Haedar menyatakan, setiap bentuk penyimpangan moral yang mencederai dunia pendidikan, termasuk di kampus-kampus Muhammadiyah tidak boleh dibiarkan. Setiap pimpinan perguruan tinggi harus berani mengambil langkah nyata agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan tetap terjaga.
Apalagi saat ini dunia pendidikan, baik negeri maupun swasta menghadapi berbagai persoalan yang berkaitan dengan moral, kekerasan, maupun bentuk-bentuk penyimpangan lainnya. Karena itu, langkah serius yang dilakukan pimpinan perguruan tinggi harus ditindaklanjuti dengan tindakan yang tegas.
Haedar mengaku percaya pimpinan universitas tengah bekerja menangani persoalan di tiga kampus tersebut. Namun, ia mengingatkan penanganan tidak boleh berhenti pada proses administratif semata karena setiap kasus harus diselesaikan secara transparan sesuai koridor hukum dan standar moral yang berlaku.
"Ini wilayah etika, moral, dan menyangkut kepercayaan publik. Kita tidak boleh memberi ruang bagi persoalan-persoalan yang bersifat demoralisasi dan merusak potensi bangsa," tandasnya.
Haedar menyebut, komitmen menciptakan kampus yang aman harus menjadi tanggung jawab seluruh lembaga pendidikan di Indonesia, termasuk PTMA. Tidak boleh ada toleransi terhadap perilaku yang mengancam keselamatan maupun martabat sivitas akademika.
Saat ditanya mengenai kemungkinan sanksi bagi mahasiswa maupun dosen Muhammadiyah yang terbukti terlibat dalam kasus, Haedar menyatakan seluruh perguruan tinggi telah memiliki mekanisme penegakan aturan. Semua kampus juga memiliki koridor hukum, ketentuan, dan standar moral.
Ia berharap seluruh PTMA menjadikan setiap kasus sebagai momentum untuk memperkuat sistem pencegahan dan perlindungan korban. Selain itu memastikan kampus bebas dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan seksual.
Baca Juga: Viral Video Siswa SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta Dilengserkan Usai Tolak MBG, Ini Penjelasannya
"Saya yakin setiap perguruan tinggi sudah memiliki standar normatif itu," ujarnya.
Sebelumnya media sosial (medsos) ramai dengan unggahan dugaan kasus pelecehan seksual di UAD, UMY dan Unisa yang melibatkan mahasiswa maupun dosen. Ketiga PTMA tersebut kemudian mengambil langkah menonaktifkan sementara seorang dosen mahasiswa yang diduga terlibat kasus pelecehan seksual sambil menunggu proses lebih lanjut.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Haedar Nashir: Tak Ada Kompromi bagi Pelaku Pelecehan Seksual di Kampus Muhammadiyah
-
Skandal Korupsi Beruntun, Muhammadiyah Desak Presiden Pimpin Perang Total, Tak Sekedar Ceramah
-
Diduga Jadi Korban Mafia Tanah, Warga Sleman Kaget Sertifikat Beralih Nama dan Jadi Agunan Bank
-
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa UAD saat KKN Mencuat, Polresta Sleman Lakukan Penyelidikan
-
Berawal dari Dapur Rumah, Brownies Ketan Asal Sidoarjo Tembus Pasar Global