SuaraJogja.id - Rumah Nikita Mirzani didatangi perempuan bercadar usai menebar kritik ke Habib Rizieq. Hal itu diketahui dari unggahan Nikita Mirzani di Instagram Storiesnya.
Nikita tampak mengetahui hal tersebut dari sebuah Channel YouTube. Namun, kedatangan para perempuan bercadar itu justru diledek perempuan 34 tahun ini karena jumlah mereka yang sedikit.
"Kasian amat yang datang cuma dikit, mau ke rumah eh nggak bisa. Tuh pasti di situ ada salah satu istrinya Bahar Smith. Kasian deh diadang polisi," tulis Nikita Mirzani di Instagram Story, Senin (16/11/2020).
Ibu tiga anak itu mempertanyakan ke mana ratusan orang yang sebelumnya disebut Ustaz Maaher At-Thuwailibi akan mendatangi rumahnya. Nikita Mirzani kemudian menyarankan perempuan bercadar itu untuk membeli bakso di depan jalanan rumahnya.
"Btw di depan ada tukang baso enak banget. Kalau nggak punya duit nanti gue kasih yah bu ibuk. Nggak ada enam orang, mana yang 800 plus 400 itu," ujar Nikita Mirzani.
Dalam video penggerebekan itu, terlihat seorang polwan menanyakan kehadiran para perempuan bercadar ke rumah Nikita Mirzani. Ia juga bertanya soal nama-nama mereka dan izin melapor.
"Mohon maaf dengan ibu siapa?" tanya sang polwan.
"Fatimah" jawab salah satu perempuan bercadar.
Kemudian, seorang polwan menanyai satu per satu nama perempuan bercadar tersebut. Salah satunya menyampaikan alasan kenapa jumlah mereka hanya sedikit.
Baca Juga: Disebut Lonte oleh Rizieq Shihab, Nikita Mirzani: Begitu Keturunan Nabi?
"Kenapa hanya sedikit, kalau banyak-banyak nanti dikira.. apa..," timpal lainnya.
"Nggak apa-apa ibu. Kami tetap akan sampaikan ya," sahut polwan.
Sebelumnya diketahui, perseteruan antara Habib Rizieq bermula dari komentar Nikita Mirzani soal kepulangan Rizieq Shihab yang disambut hingga membuat macet jalan. Nikita juga menyebut soal habib tukang obat.
Tak terima, Ustaz Maaher At-Thuwailibi menuntut permintaan maaf Nikita dan menyebut akan mendatangi rumahnya. Keadaan semakin memanas usai Habib Rizieq turut mengomentari rumah Nikita yang dijaga polisi. Ia juga menyebut kata-kata yang tak pantas.
Sementara itu Senin (16/11/2020) siang nanti sekelompok orang yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Pecinta Ulama (FMPU) DKI Jakarta melaporkan Nikita Mirzani ke Polda siang ini.
Mereka tak terima Nikita Mirzani menyebut Habib Rizieq tukang obat. Ucapan Nikita dianggap sebagai sebuah penghinaan.
Berita Terkait
-
Nikita Mirzani Pertanyakan Putusan Hakim Soesilo, Sindir Ketimpangan Vonis Kasusnya vs Ronald Tannur
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Nikita Mirzani Berjuang di Balik Penjara: Kasusnya di MA Ternyata Bukan Pemerasan, Tapi ITE?
-
Kunjungi Rutan Pondok Bambu, Rieke Diah Pitaloka Ungkap Kondisi Nikita Mirzani DropJelang Lebaran
-
Kasasinya Ditolak, Nikita Mirzani Sebut Ada yang Janggal
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
-
Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung, Begini Ketinggiannya
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
Terkini
-
Polisi Amankan Satu Terduga Pelaku Penganiayaan Pemotor di Umbulharjo Kota Jogja
-
Desa Pajambon di Kuningan Jadi Contoh Transformasi Ekonomi Desa Berkat Desa BRILian
-
Prioritaskan Pelayanan Masyarakat, Pemkab Sleman Tak Berlakukan WFH Satu Hari Sepekan bagi ASN
-
Terkoneksi di Sleman, Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen Resmi Tersambung Secara Fisik
-
Paradoks Pariwisata pada Libur Lebaran, Okupansi Anjlok Saat 1,9 Juta Wisatawan Berlibur di Jogja