SuaraJogja.id - Relawan kesehatan Tirta Mandira Hudi terus gencar memberikan kritik kepada pihak-pihak yang dinilai memperkeruh situasi pandemi. Dalam sebuah acara televisi, pria yang akrab disapa dr Tirta ini menyampaikan, baik tokoh agama maupun anak presiden harus ditindak secara tegas jika melanggar protokol kesehatan.
Melalui video conference, dr Tirta diundang sebagai salah satu narasumber dalam acara diskusi di sebuah stasiun televisi swasta. Sebagai seorang relawan kesehatan, dr Tirta mengaku berada di pihak yang netral. Juni lalu, ia juga dicopot dari Satgas Covid nasional lantaran dinilai melanggar protokol kesehatan jaga jarak.
"Juni saya dicopot dari satgas karena blunder jaga jarak, saya dirundung saya minta maaf dan jadikan pelajaran jadi saya merasakan dirundung senegara," tulis dr Tirta dalam keterangan di media sosialnya.
Dalam ucapan di acara televisi, dr Tirta menyebutkan bahwa semua konser musik dibatalkan, begitu juga dengan acara Liga 1. Namun, kampanye pasangan calon dalam Pilkada di berbagai daerah tetap berjalan. Salah satu yang ikut menjadi sorotan adalah kampanye putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, yang mencalonkan diri jadi Wali Kota Solo.
Pria yang akrab disapa Cipeng itu juga menyampaikan bahwa ia memiliki rekaman video proses kampanye di Solo yang melibatkan sejumlah massa. Menggunakan kendaraan RX King, massa membuat jalanan riuh dengan tidak menggunakan helm dan masker. Padahal, situasi saat ini tengah berada di masa pandemi.
"Kenapa Jakarta viral, karena Pak Anies ada PSBB transisi. Ini yang perlu digaris bawahi," ujar dr Tirta.
Selama masa PSBB Transisi, DKI Jakarta kecolongan dengan adanya dua acara yang terselenggara melibatkan kerumunan massa, yakni demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja dan acara yang menyangkut HRS. Sementara nanti masih ada acara lainnya yang mungkin menimbulkan kerumunan, yakni reuni 212 dan libur akhir tahun.
September lalu, dr Tirta berhasil membuat sebuah pameran UMKM di Jogja dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kapolda Polda Metro Jaya Irjen Nana, yang sebelumnya membagikan masker untuk buruh bersamanya, juga akhirnya dicopot dari jabatannya. Keputusan itu merupakan akibat dari adanya kerumunan orang yang melanggar protokol jaga jarak.
"Oktober tetap edukasi, mau itu tokoh agama, anak presiden, mau kampanye kek, artis tetap harus tegur hehehe," terang dr Tirta.
Baca Juga: Geram Satgas Covid Gelar Mabar ML, dr Tirta: Terserah, Gue Gak Peduli Lagi!
Mantan tenaga kesehatan di Puskesmas Turi ini menegaskan bahwa siapa pun yang melanggar protokol kesehatan harus mendapatkan teguran. Entah itu tokoh agama, anak presiden, maupun artis, mereka perlu mendapatkan tindakan tegas. Sama sepertinya, meski sempat dirundung, tetapi tetap berdiri dan mengakui kesalahannya.
Dalam unggahannya di media sosial, dr Tirta juga mengajak masyarakat untuk sejenak melupakan persoalan politik. Musuh bersama masyarakat adalah adanya pandemi, kata dia.
Untuk bisa mengatasinya, perlu bagi semua tokoh agar dapat berkolaborasi membantu masyarakat untuk melewati situasi yang membatasi banyak hal ini.
"Kalau mau tegas, ayok gas, kalo longgar ayok buka. Kalau kritik A dituduh cebong kritik B dituduh kadrun, gak akan kelar," terangnya.
Jika setiap kritik harus dikaitkan dengan persoalan A dan B, dr Tirta mengatakan, pandemi tidak akan pernah berakhir. Untuk itu, dr Tirta menegaskan pentingnya kolaborasi dari semua pihak.
Unggahannya saat menjadi narasumber di salah satu acara TV, Selasa (17/11/2020), itu sudah ditonton lebih dari 500 ribu kali. Ada banyak warganet yang ikut berkomentar.
Berita Terkait
-
Bukan Kapolda, Mahfud MD Dinilai Orang yang Bertanggung Jawab soal Rizieq
-
Langgar Prokes, Dokter Tirta Minta Dua Gubernur Ini Diperiksa Seperti Anies
-
Rocky Gerung Bongkar Kesalahan Mahfud MD Hingga Rizieq Langgar Prokes COVID
-
Izinkan Rizieq Pulang, Rocky Gerung Nilai Mahfud MD Layak Diperiksa Polisi
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Ada Suara Gemuruh saat Gempa Bantul, BMKG Ungkap Penyebabnya
-
HONOR Tour Hadir di Yogyakarta, Sasar Kebutuhan Teknologi Pelajar dan Mahasiswa
-
Diserbu Hampir 1 Juta Pasien RI, Malaysia Kantongi RM2.2 Miliar dari Wisata Kesehatan
-
Menguliti Paradoks Ekonomi Jogja: Kemiskinan Menurun, Ketimpangan Masih Membesar
-
BRI Group Raih Penghargaan Atas Kepemimpinan, ESG, Hingga Inklusi Keuangan