SuaraJogja.id - Nama Susi Pudjiastuti mencuat seiring muncul kabar Menteri KKP, Edhy Prabowo yang ditangkap KPK, Rabu (25/11/2020) dini hari tadi.
Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron mengungkapkan bahwa Edhy Prabowo ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta.
Politisi Gerindra tersebut ditangkap bersama dengan keluarganya dan sejumlah orang dari KKP.
"Ada beberapa dari KKP dan keluarga yang bersangkutan," jelas Nurul saat dihubungi Suara.com Rabu pagi.
Secara singkat Nurul juga menegaskan bahwa penangkapan Edhy Prabowo terkait dengan dugaan korupsi terkait ekspor benih lobster.
"Benar, KPK tangkap terkait ekspor benih lobster," terangnya.
Untuk diketahui semenjak menjabat sebagai menteri KKP, salah satu kebijakan yang dibuat Edhy Prabowo yakni mengaktifkan ekspor benih lobster.
Lewat kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 12/2020 tersebut, Edhy menganggap bahwa kebijakan itu bakal menguntungkan nelayan, pembudidaya, pelaku usaha serta negara.
Namun, pernyataan Edhy tersebut mendapat kritik dari Susi Pudjiastuti. Mantan Menteri KKP Peridoe 2014-2019 tersebut menegaskan bahwa kebijakan itu tidak solutif. Ia bahkan secara tegas tak rela jika benih lobster diekspor.
Baca Juga: Update: Menteri Edhy Diduga Terlibat Penetapan Izin Ekspor Baby Lobster
Kritik yang dilontarkan Susi itu nyaris bisa terlihat berulang kali dilontarkan di akun Twitternya. Ia bahkan dalam beberapa kesempatan mengingatkan soal ketamakan karena menjual bibit lobster.
Lewat video ringkas yang diunggah akhir tahun lalu, Susi sambil menyantap lobster ia mengingatkan bahwa ekspor benih lobster itu justru akan merugikan nelayan.
"1 ekor lobster ini beratnya 400-500 gram lobster yang begini harganya 1 kg Rp600-Rp800 ribu berarti satu ekor lobster ini Rp400 ribu bibitnya dijual hanya Rp30 ribu saja berapa rugi kita? Apalagai kalau lobsternya mutiara jenisnya dimana 1 kg harganya mencapai Rp4-5 juta. Satu ekor 400 gram itu sudah berapa harganya Rp1 juta, kita jual ke Vietnam hanya dengan Rp100 ribu-Rp130 ribu nelayan tidak boleh bodoh dan kita akan dirugikan kalau itu dibiarkan," katanya sambil menyantap lobster.
Ditambahkan di unggahan video tersebut, Susi menuliskan kalimat pengingat.
"Lobster yang bernilai ekonomi tinggi tidak boleh punah hanya karena ketamakan kita untuk menjual bibitnya dengan harga seperseratusnyapun tidak. Astagfirullah, karunia Tuhan tidak boleh kita kufur akan nikmat dariNYA," kicaunya.
Berita Terkait
-
Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK Sepulang dari Honolulu
-
Harta Kekayaan Edhy Prabowo Tembus Rp 7,4 Miliar, Ini Daftarnya
-
Menteri Edhy Ditangkap KPK, Netizen Minta Jokowi Kembalikan Bu Susi ke KKP
-
Update: Menteri Edhy Diduga Terlibat Penetapan Izin Ekspor Baby Lobster
-
Ditangkap KPK, Menteri KKP Edhy Dulu Tukang Pijat dan Pencuci Baju Prabowo
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat
-
Blackout Sumatera, Dampak Rapuhnya Sistem Cadangan Listrik, Pakar Sebut Redundansi Semu
-
Sapi Jumbo 1,1 Ton Bertulis TIW Dikirim Ke Masjid Komplek Amien Rais di Sleman
-
Warga Dekat Rumah Amien Rais Geger, dapat Kiriman Sapi Kurban Misterius, Berat 1,1 Ton dari Pak TIW