Jika setiap pengunjung diperhitungkan memiliki luasan 2 meter persegi, dengan luas ruangan 500 meter persegi di bagi dua meter, maka jumlah pengunjung setiap jamnya adalah 250 orang. Dalam satu jam misalnya, maksimal pengunjung bisa dibatasi. Setelah satu kurun waktu selesai bisa dilakukan desinfektasi terlebih dahulu sebelum kemudian pengunjung berikutnya kembali dipersilahkan masuk.
"Nah enaknya seperti itu, terus emang barang-barangnya harus ramah lingkungan kalau bisa jangan yang keramik kalau bisa sekali pakai, sekali pakai buang itu bisa menghemat biaya," imbuhnya.
dr Tirta menyarankan untuk menggunakan barang-barang sekali pakai dan desinfektan yang ramah makanan. Sehingga meskipun dilakukan berulangkali masih tetap aman untuk pengunjung maupun mempelai dan keluarga. Ia juga menyarankan agar souvenir diganti menjadi masker dan hand sanitizer saja.
Sebelumnya, dr Tirta juga sempat berhasil mengadakan pameran sepatu dan produk lokal UMKM di Jogjakarta. Ia turut menerapkan saran yang sama dengan yang ia paparkan. Dengan begitu, selain bisa tetap menjalankan roda ekonomi masyarakat juga tetap mematuhi protokol kesehatan selama pandemi berlangsung.
Sejak diunggah Selasa (23/11/2020), lima saran dr Tirta itu sudah disukai lebih dari 900 orang pengguna Instagram. Ada banyak komentar yang menyetujui saran dari dokter lulusan UGM ini. Setidaknya masyarakat masih bisa melanjutkan hajat kehidupannya tanpa melanggar protokol kesehatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi