SuaraJogja.id - Soni Ernata atau yang biasa dikenal dengan nama Ustaz Maaher At Thuwailibi ditangkap oleh aparat Bareskrim Polri. Penangkapan tersebut dilakukan di kediamannya atas kasus penyebaran ujaran kebencian bernuansa SARA. Ustadz Maaher ditangkap di kediamannya Kamis (3/12/2020) pukul 04:00 WIB.
Sebelumya, Ustaz Maaher sempat terlibat perselisihan dengan pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Miftah Maulana Habiburrahman. Soni menyebutkan Gus Miftah sebagai ulama yang menyukai lonte karena kerap melakukan dakwah disana. Pendapat itu ia unggah di akun Twitter pribadinya, dan mendapatkan tanggapan dari Gus Miftah yang menantangnya untuk dakwah di lokalisasi.
Terkait dengan penangkapan ulama yang juga bermasalah dengan Nikita Mirzani tersebut, Gus Miftah memberikan tanggapan di akun Instagram pribadinya. Ia mengaku jika banyak pihak yang menghubunginya untuk menanyakan tanggapannya atas penangkapan tersebut. Untuk menjawab pertanyaan itu, ia membuat video tanggapan di akun Instagram pribadinya.
"Saya tidak punya persoalan pribadi dengan Ustaz Maaher. Perselisihan saya dengan Ustadz Maaher semata-mata karena saya membela guru saya Habib Lutfhi Bin Yahya," terang Gus Miftah.
Setelah menyerang Nikita Mirzani, Ustaz Maaher juga bermasalah dengan ulama asal organisasi masyarakat Nahdhatul Ulama (NU). Melalui cuitannya, Ustaz Maaher dinilai merendahkan Habib Luthfi dengan menyebutnya seperti gadis yang menggunakan kerudung. Sebagai salah satu ormas agama besar di Indonesia, cuitan itu lantas menuai hujatan dari banyak pihak.
Gus Miftah sendiri ikut memberikan tanggapannya dengan mengatakan jika Ustadz Maaher merupakan seseorang dengan kepribadian ganda. Selain itu, Gus Miftah berdoa agar Ustaz Maaher kuat dan sehat. Sebab, menurutnya akan sulit untuk berhadapan dengan masalah hukum jika keadaan tubuh tidak sehat.
"Saya berdoa semoga Ustaz maheer sabar dan kuat menghadapi kasus hukumnya dan yang paling penting harus sehat, karena kasihan kalau menghadapi kasus hukum kok sakit," tulis Gus Miftah dalam keterangannya.
Meski sempat saling sindir di media sosial, namun Gus Miftah secara pribadi mengaku tidak memiliki dendam personal. Seandainya ada hinaan yang secara pribadi menuju padanya, Gus Miftah mengaku tidak memberikan respon untuk hal tersebut. Ia berharap, kejadian itu bisa menjadi pelajaran bahwa Indonesia merupakan negara hukum.
Dengar tanggapa Gus Miftah DISINI
Baca Juga: Sindir Polisi Soal Penangkapan Ustaz Maaher, FPI: Luar Biasa, Secepat Kilat
Siapapun yang membuat kesalahan akan mendapatkan hukuman atas perilakunya, bukan sosoknya. Menurutnya, tidak ada istilah kriminalisasi ulama melainkan hanya proses hukum terhadap ulama yang melakukan tindakan kriminal. Sejak diunggah Kamis (3/12/2020), video itu sudah ditayangkan lebihbdari 36 ribu kali.
"Tak perlu bersaing saling menjatuhkan, dunia ini terlalu besar untuk dikerjakan sendiri," tulis akun @grobax_666.
"Masyaallah, Gus Miftah masih mendoakan yang baik untuk orang yang sudah menghina gurunya," komentar akun @dewi.kania1717.
"Semoga menjadi sadar jangan lagi-lagi menghina ulama, kenapa selalu diulang dan diulang lagi," tanggapan akun @sitihalimahnurullaili.
Sementara akun @bedick46fans mengatakan, "Emang dia pantas disebut ustadz omongannya kasar saru kayak gitu."
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
Prambanan Shiva Festival: Ketika 1.008 Dipa Menyatukan Spiritualitas, Budaya, dan Pariwisata Global
-
Siaga di Parangtritis, SAR Antisipasi Lonjakan Wisawatan Padusan Jelang Ramadan 2026
-
Prioritaskan Pedagang dari Warga Lokal, Ratusan Lapak Siap Meriahkan Kampung Ramadan Jogokariyan
-
37 Ribu Penonton Hadiri IHR Jateng Derby 2026, Musisi Ndarboy Kaget Karena Dua Hal Ini
-
BRI Buka Desa BRILiaN 2026, Target 6.000 Desa Berdaya