SuaraJogja.id - Kecelakaan antara truk, mobil, mobil dan sepeda motor terjadi di Jalan Parangtritis, tepatnya di sekitar simpang empat Bakulan, Desa Patalan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Jumat (4/12/2020) dini hari. Satu dari pengendara seepda motor mengalami luka serius hingga dilarikan ke rumah sakit.
Kanit Laka Lantas Polres Bantul Iptu Maryono menerangkan bahwa peristiwa terjadi sekira pukul 02.30 WIB. Kecelakaan melibatkan sebuah truk, sebuah mobil, dan satu sepeda motor. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas tersebut.
"Benar terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Parangtritis. Ada tiga kendaraan yang terlibat dan dua korban, yakni pengendara motor, dilarikan ke rumah sakit," ujar Maryono, dihubungi wartawan, Jumat.
Ia mengatakan, insiden tersebut bermula saat truk berpelat nomor AG 9056 UP yang dikemudikan Yuli Prasetya (24), warga Blitar, melaju dari arah timur ke barat.
Sesampainya di simpang empat Bakulan, lampu APILL mati, dan kendaraan truk terus melaju dengan kecepatan rendah.
Tanpa diketahui, dari arah selatan menuju utara, melaju juga mobil Luxio B 1828 UYQ yang dikemudikan Suherman Candra (44), warga Sleman, dan diikuti sepeda motor Beat bernomor polisi AD 5064 WA yang dikendarai M Taufik Febriyanto dan Deby Mardiyono. Keduanya adalah warga Surakarta.
"Ketiga kendaraan sudah sempat menghindar. Karena jarak yang sudah dekat, truk menabrak mobil dan sepeda motor, sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas," terang Maryono.
Menurutnya, pengemudi mobil dan truk tidak mengalami luka. Namun, pengendara sepeda motor mengalami luka-luka
M Taufik, yang mengendarai sepeda motor, mengalami luka patah tulang pinggul sebelah kiri, dan lutut kaki kiri lecet. Sementara yang membonceng, Deby Mardiyono, menderita lengan kiri memar.
Baca Juga: Adu Banteng PCX dengan NMAX di Ponorogo, Satu Tewas di Tempat
"Keduanya dilarikan ke RSUD Panembahan Senopati Bantul," terangnya.
Kerasnya tabrakan menyebabkan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan, untuk truk antara lain pecahnya bemper kanan, lampu utama kiri, spion, dan kaca depan.
Sementara, sepeda motor mengalami kerusakan setang dan lampu utama ringsek. Kerugian akibat kecelakaan tersebut diperkirakan Rp10 juta.
Mardiyono menerangkan akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan. Dugaan sementara memang lampu APILL atau traffic light dalam keadaan mati pada saat kejadian.
Dari pantauan SuaraJogja.id, kecelakaan dekat dengan pos polisi Bakulan itu mengakibatkan salah satu tiang traffic light miring dan hampir roboh.
Beberapa besi pembatas ikut rusak, dan sejumlah titik di tanah ikut koyak akibat kerasnya kecelakaan tersebut.
Berita Terkait
-
Adu Banteng PCX dengan NMAX di Ponorogo, Satu Tewas di Tempat
-
Nahas, Ayah Terlindas Bus yang Ditumpangi Anaknya
-
Detik-detik Kapal Tongkang Tabrak Rumah, Warga Histeris: Kacau.. Kacau..!
-
Adu Banteng di Hutan Bunder, Satu Orang Meninggal Dunia
-
Kesenggol Emak-emak, Pengendara Ini Tabrak Pantat Truk Hingga Terseret
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais