SuaraJogja.id - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, melalui akun Twitter-nya, mengaku pernah mengajak Pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab untuk bertemu saat baru kembali ke tanah air.
Dimintai syarat bermacam-macam, Mahfud menegaskan tidak akan mengajukan rekonsiliasi apa pun dengan HRS.
Dalam cuitannya, Mahfud menyampaikan bahwa sebenarnya pada malam hari sebelum HRS mendarat tanggal 9 November 2020, pada oukul 19:00 WIB, Mahfud mengundang tim dari HRS atas nama Sugito dan Ari.
Ia ingin mengajak silaturahmi di tempat yang netral untuk dialog. Mahfud ingin berdialog dengan HRS untuk menjaga negara dan umat bersama-sama demi kebaikan rakyat.
"Saya ngajak diatur silaturrahim di tempat netral untuk berdialog dengan MRS untuk menjaga negara dan umat ber-sama-sama demi kebaikan rakyat dan umat," tulis akun @mohmahdufmd dalam cuitannya.
Namun, ajakan itu justru disambut dengan pidato pada hari pertama kedatangan HRS bahwa pihak HRS mau berekonsiliasi dengan syarat pemerintah membebaskan terpidana teroris dan melepas tersangka tindak pidana dengan nama-nama tertulis.
Diduga Mahfud lantas heran karena belum sempat bersilaturahmi, tapi sudah dimintai syarat yang tinggi.
"Loh, belum silaturrahim sudah minta syarat tinggi. Maka saya tegaskan, Pemerintah tak berencana rekonsiliasi dengan MRS," imbuh Mahfud.
Baca cuitan Mahfud MD DI SINI.
Baca Juga: Ideologi Khilafah Jadi Alasan Pemerintah Tak Anggap FPI Ada
Akibat adanya syarat yang tinggi tersebut, Mahfud menegaskan bahwa pemerintah tidak akan melakukan rekonsiliasi dengan yang bersangkutan.
Sejak diunggah pada Sabtu (12/12/2020), cuitan itu sudah disukai lebih dari 2.000 pengguna Twitter. Ada ratusan lainnya yang membagikan ulang dan tidak sedikit juga yang memberikan tanggapan di kolom komentar.
"Dialog buat kemaslahatan gak apa-apa prof, buang gengsi sama jabatan, tuh ada korban 6 manusia meninggal, jangan diem aja prof, jabatan cuma di dunia, harus berimbang hidup prof," tulis akun @acay457.
"Katanya anak santri tapi ada muslimin yang dibunuh dengan kejam, ucapan belasungkawapun tak terkeluarkan dari mulutmu, apakah dulu anda di ajarkan seperti itu," komentar akun @Aldiacong13.
"Pemecah belah bangsa kok diajak kompromi prof. Ditumpas harusnya," tanggapan akun @Nusa19710221.
Sementara akun @lieur_238 mengatakan, "Alasan pak Mahfud bisa diterima mengenai dialog yang tidak jadi karena sebagai menkopolhukam bukan sebagai pribadi, yang jadi pertanyaan 6 nyawa hilang apa yg telah anda lakukan terkait masalah ini? 6 orang itu rakyat indonesia."
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
UPN Jogja Sebut Belum Ada Tawaran Resmi Kelola MBG, Pilih Fokus Ketahanan Energi
-
Revisi UU Pemilu Tertahan di Legislatif, Akademisi Sebut Sekadar Tambal Sulam
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Hari Ini, BRI Bayar Dividen Para Investor