"Tim medis berupaya keras melakukan yang terbaik, memberi perawatan kesehatan, memulai terobosan guna mendapat terapi yang paling tepat, tetapi ini penyakit yang sama sekali baru. Ada yang hanya menderita batuk tanpa demam, tanpa kehilangan penciuman. Tapi ada yang menderita demam, gangguan pernafasan, gangguan pencernaan, dan akhirnya kritis," kata dia lagi.
Dirinya pun menegaskan pentingnya tanggung jawab setiap orang, bukan hanya pemerintah dan petugas medis saja, untuk mencegah penyebaran virus corona.
Menurutnya, keberadaan vaksin tak bisa menggantikan protokol kesehatan 3T dan 3M.
"Vaksin apa pun tidak akan efektif jika kita mengabaikan 3T dan 3M," katanya, tegas.
Baca Juga: Cara Pemkot Makassar Cegah Penularan Covid-19 di Malam Tahun Baru
Diketahui, 3T merupakan sebutan untuk testing, tracing, dan treatment, atau pengujian, pelacakan, dan perawatan kesehatan. Sementara 3M adalah kependekan dari mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Keduanya adalah bagian dari protokol kesehatan untuk mencegah merebaknya Covid-19 yang dijalankan banyak negara, begitu juga Indonesia.
"Jadi memang yang paling utama adalah mencegah agar jangan sampai terjangkit. Caranya? Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun. Pokoknya aman, imun, dan iman. Aman dengan menjalankan protokol kesehatan. Imun dengan cara olahraga, pola hidup sehat, istirahat cukup, makan makanan bergizi. Sementara iman, yaitu dengan mendekatkan diri pada Allah SWT, selalu berdoa agar kita dan keluarga dijauhkan dari penyakit ini. Juga percaya bahwa Ia akan selalu menolong kita," pesan Ulul Albab.
Diberitakan Suara.com sebelumnya, sebanyak 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 buatan perusahaan farmasi asal China, Sinovac, tiba di bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pada Minggu (6/12/2020) sekitar pukul 21.25 WIB.
Vaksin tersebut diangkut menggunakan pesawat kargo khusus Garuda Indonesia Boeing 777-300 EA rute Jakarta-Beijing-Jakarta.
Selain vaksin dalam bentuk jadi, pada Desember ini juga akan tiba 15 juta dosis vaksin dan di Januari 30 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku curah yang akan diproses lebih lanjut oleh Bio Farma.
Baca Juga: Sebelum Jokowi Umumkan Vaksin Gratis, Kaesang Ternyata Sudah Beri Kode
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto diketahui telah menetapkan enam jenis vaksin untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19.
Berita Terkait
-
Pasar Saham Indonesia Terjun Hebat, Lebih Parah dari IHSG Era Pandemi COVID-19?
-
Trump Sempat Telepon Presiden China Soal Asal-Usul COVID, Ini Kata Mantan Kepala CDC!
-
Survei: Milenial Rela Rogoh Kocek Lebih Dalam untuk Rumah Modern Minimalis
-
Trump Tarik AS dari WHO! Salahkan Penanganan COVID-19
-
Kronologi Dewi Soekarno Didenda Pengadilan Jepang Rp3 Miliar Gegara Pecat Karyawan
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Laptop, Dompet, Jaket... Semua 'Pulang'! Kisah Manis Stasiun Gambir Saat Arus Balik Lebaran
-
4 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Free Fire, Terbaik April 2025
-
9 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Game, Terbaik April 2025
-
Seharga Yamaha XMAX, Punya Desain Jet: Intip Kecanggihan Motor Listrik Masa Depan Ini
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
Terkini
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY
-
Gunung Merapi Masih Luncuran Ratusan Lava, Simak Aktivitas Terkini Sepekan Terakhir
-
Tren Kunjungan Meningkat, Jip Wisata Lereng Merapi Masih Jadi Alternatif Liburan saat Lebaran 2025
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil