Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora
Rabu, 23 Desember 2020 | 14:45 WIB
Suasana Gereja Santo Yakobus, Klodran, Bantul, saat sterilisasi barang dan bahan peledak pada Rabu (23/12/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

"Jadi hanya paroki di gereja Santo Yakobus yang boleh masuk, tentunya mereka dalam keadaan sehat. Jika ada jemaat dari luar kota, kami imbau untuk tidak masuk. Nanti kami secara tegas menerapkan hal itu," ujar Supatah.

Bagi jemaat yang sudah terdaftar, tetapi dalam keadaan sakit, lanjut Supatah, panitia gereja meminta jemaat untuk tidak datang.

Hal itu juga berlaku ketika jemaat dengan kondisi suhu tubuh di atas 37,2 derajat. Mereka diminta untuk kembali ke rumahnya.

"Nanti kami cek terlebih dahulu sebanyak tiga kali. Jika sudah dicek, tetapi kondisi suhu tubuh masih tinggi kami persilahkan pulang," kata dia.

Baca Juga: Ribuan TNI Dikerahkan ke Papua, Angota DPD: Mengapa Harus Kirim Tentara?

Pengamanan serta kenyamanan jemaat sudah dilakukan menjelang perayaan natal di Gereja Katolik Santo Yakobus. Panitia bekerja sama dengan Polda DIY untuk melakukan sterilisasi.

"Tiap tahun rutin kami meminta bantuan Polda DIY melakukan pengecekan. H-1 penyelenggaraan misa Natal sudah disterilisasi, dan tidak ditemukan barang atau bahan yang berbahaya apalagi berkaitan dengan peledak," ungkap Supatah.

Load More