SuaraJogja.id - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman memastikan masih tetap akan ada ibadah perayaan Natal yang dilakukan secara langsung di gereja. Meski begitu fasilitas daring juga akan selalu diberikan agar bisa memberikan kesempatan jemaat yang tidak datang langsung ke gereja.
Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kemenag Kabupaten Sleman Ismulyadi, mengatakan pelaksanaan ibadah Natal di Kabupaten Sleman masih akan dilakukan secara bervariasi. Artinya tidak semua ibadah dilangsungkan mutlak secara daring tapi tetap akan ada ibadah tatap muka atau langsung.
"Jadi masih tetap variasi misalnya ada gereja di dalam satu tempat atau wilayah yang sekaligus menyediakan daring tapi juga offline. Itu mempertimbangkan ada beberapa warga jemaat gereja yang tidak diperbolehkan beribadah di gereja," ujar Ismulyadi, saat dikonfirmasi SuaraJogja.id, Kamis (24/12/2020).
Lebih lanjut dijelaskan, Ismulyadi, beberapa ketentuan jemaat yang boleh datang secara langsung adalah warga dengan rentan usia 10-70 tahun. Jadi selain jemaat pada rentan usia tersebut tidak diperkenankan untuk datang ke gereja.
Baca Juga: Asyik Memancing Ikan, Warga Sleman Kehilangan Sepeda Motor di Bantul
Selain itu jemaat yang sakit juga dipersilakan untuk mengikuti ibadah secara daring di rumah saja. Selain itu penerapan protokol kesehatan yang ketat saat pelaksanaan ibadah secara langsung juga akan dilakukan oleh masing-masing gereja.
"Kalau untuk jadwal ibadah di gereja katolik Sleman memang beberapa ada yang tatap muka. Tetapi tentu saja memperhatikan surat edaran untuk prokes baik dari Keuskupan Agung Semarang atau dari Menteri Agama ditambah juga sesuai dengan Satgas Covid-19 setempat," tegasnya.
Ismulyadi menjelaskan bahwa jumlah Gereja Katolik di Sleman tercatat ada 18 paroki. Dengan tambahan beberapa gereja yang ada di wilayah masing-masing paroki tersebut.
"Jadi nanti bagi warga jemaat yang sudah di wilayah A misalnya tidak boleh ke wilayah B. Begitu juga yang sudah ibadah di wilayah tidak boleh ke paroki. Sudah dibuat klaster-klaster seperti itu sebagai bagian dari pengetatan protokol kesehatan," ucapnya.
Selain itu diungkapkan Ismulyadi, bahwa warga gereja yang hendak mengikuti ibadah malam natal dan natal secara langsung di gereja juga sudah mendaftar di wilayah masing-masing. Nantinya jemaat akan mendapatkan kupon yang berisi nomor tempat duduk.
Baca Juga: Kalah Sebagai Lurah, Pria di Sleman Rusak Jalan yang Sudah Diaspalnya
Selanjutnya jemaat akan datang sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Lalu duduk berdasarkan nomor kursi yang telah didapatkan ketika mendaftar sebelumnya.
Berita Terkait
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Libur Singkat, Ini Momen Bek PSS Sleman Abduh Lestaluhu Rayakan Idulfitri Bersama Keluarga
-
Potret Salat Idul Fitri di Depan Gereja Koinoia Jatinegara
-
Gustavo Tocantins Beri Sinyal Positif, PSS Sleman Mampu Bertahan di Liga 1?
-
Dibayangi Degradasi, Pieter Huistra Bisa Selamatkan Nasib PSS Sleman?
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
Terkini
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo