SuaraJogja.id - Pembubaran ormas FPI yang ditandai dengan adanya Surat Keputusan Bersama (SKB) oleh enam orang menteri masih menjadi polemik di Indonesia. Beberapa tokoh masih memberikan tanggapannya mengenai pembubaran ormas yang kerap melakukan sweeping ini. Salah satunya adalah anggota DPR RI, Mardani Ali Sera yang menilai jika keluarnya SKB enam menteri tersebut sebagai bentuk demokrasi yang sakit.
Ada tiga hal yang ingin disampaikan oleh Mardani. Pertama ia mengaku sedih mendengar kabar tersebut. Kedua, semakin banyaknya pembubaran ormas merupakan pertanda demokrasi yang sakit. Demokrasi yang sehat justru memberi tempat bagi semua perbedaan pendapat sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. Terakhir, kepada anggota FPI, Mardani mengatakan jika Indonesia adalah negara hukum sehingga SKB para menteri bisa diproses secara hukum dan demokratis.
Tanggapan Mardani tersebut lantas mendapatkanya balasan dari mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. Dalam cuitan di akun Twitter pribadinya @FerdinandHean3, ia mengatakan jika bukan demokrasi yang sakit, melainkan ormasnya yang sakit. Sebab organisasi dengan jumlah anggota yang fantastis itu tidak mengikuti aturan dan hukum yang berlaku. Ia mengaku akan mendukung pemerintah untuk terus membubarkan ormas yang tidak patuh aturan.
"Bukan demokrasinya yang sakit, tapi ormasnya yang sakit karena tidak mengikuti aturan dan hukum yang berlaku. Kami akan mendukung negara dalam hal ini pemerintah untuk terus membubarkan ormas-ormas yang tidak ikut aturan, melawan Pancasila dan mendukung radikalisme serta terorisme, sebanyak apapun!," tulis Ferdinand dalam cuitannya.
Ia memberikan dukungan kepada pemerintah untuk membubarkan sebanyak apapun ormas yang dinilai sudah melanggar peraturan, melawan pancasila, mendukung radikalisme serta terorisme. Sejak awal pembubaran ormas pimpinan MRS itu disampaikan oleh Mahfud MD, Ferdinand merupakan salah satu tokoh yang memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut.
Sejak diunggah Jumat (1/1/2021), cuitan balasan Ferdinand kepada Mardani tersebut sudah disukai lebih dari 100 pengguna Twitter. Ada puluhan lainnya yang ikut membagikan ulang dan tidak sedikit yang meninggalkan komentar. Tidak sedikit warganet yang merasa setuju dengan ungkapan Ferdinand. Beberapa menilai jika FPI merupakan ormas yang kerap menimbulkan kegaduhan di Indonesia.
"Kalau buat gaduh apa itu Demokrasi? Lalu yang setuju Ormas gaduh dibubarkan apa itu bukan hak berdemokrasi? Di sinilah pemerintah yang jadi penengah, mardance. Udah doktor tapi masih suka pake standar ganda," tulis akun @Anton44420036.
"Cubit aja pipinya bang, dia kalo ngomong bikin gue gemes ea," komentar akun @denkz99.
"Harus berani mengamputasi satu atau beberapa ormas yang busuk dibanding mnjadi sumber penularan bibit kebusukan pada ormas yang lain atau menghambat pertumbuhan ormas lain yang baik," tanggapan akun @Rizal25415238.
Baca Juga: Jleb! Ferdinand Hutahaean Sindir UAS yang Larang Tiup Terompet Tahun Baru
Sementara akun @Joni4kon mengatakan, "Sudah saatnya negara menelisik secara detil dan menyeluruh tetang niat dan tujuan dari pembelaan atas nama demokrasi namun narasinya mendukung ormas-ormas yang tidak sesuai dengan haluan negara."
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Tren "Pernikahan Hemat" Meningkat, Merapi Merbabu Hadirkan Paket Wedding Mulai Rp45 Juta
-
MK Tolak Diskualifikasi, Gibran Harus Gentleman Buka Bukti Ijazah
-
Dari Merapi hingga Gajah Wong, Folklor Jogja Bicara Bencana tapi Tak Ceritakan Megathrust
-
BRI Junio Gandeng Mobile Legends: Bang Bang, Hadirkan Kartu Debit Edisi Khusus
-
Cuaca Panas Menyengat, Warga Diminta Tak Beraktivitas di Luar, Ini Alasannya