SuaraJogja.id - Beberapa waktu lalu viral pernyataan dari anggota DPR Ribka Tjiptaning yang menolak vaksin Covid-19. Belakangan, alasan penolakan politisi PDIP tersebut ditanggapi anggota Tim Komnas Penilai Obat, Jarir At Thobari.
Sebelumnya, saat melakukan rapat Komisi IX DPR RI dengan Kementrian Kesehatan, anggota DPR Ribka Tjiptaning dengan tegas menolak disuntik vaksin Covid-19.
Ia mengaku masih meragukan efektivitas dan keamanan dari vaksin yang dibeli dari China tersebut.
Ribka kemudian mencontohkan sejumlah vaksin yang sudah beredar di Indonesia yang dianggapnya kurang bagus. Seperti vaksin polio hingga vaksin anti kaki Gajah yang disebutnya malah memakan korban.
"Vaksin polio untuk anti polio malah lumpuh di Sukabumi, lalu anti kaki gajah di Majalaya mati 12. Karena di di India ditolak, di Afrika ditolak, masuk di Indonesia dengan Rp1,3 triliun saya ingat betul itu," katanya beberapa waktu lalu.
Berdasar atas contoh kasus itu, Ribka kemudian menolak vaksin Covid-19 dan meminta pemerintah untuk tak main-main.
"Jangan main-main vaksin ini, saya pertama yang bilang saya menolak vaksin," tegasnya.
Namun, belakangan contoh kasus yang disampaikan Ribka tersebut diklarifikasi oleh Anggota Tim Komnas Penilai Obat, dr. Jarit At Thobari.
Berbicara di acara Mata Najwa, dr Jarit menjelaskan bahwa suatu vaksin akan dilihat keuntungan dan kerugiannya. Kalau melihat vaksin polio, bisa dilihat bahwa banyak anak di Indonesia bahkan di dunia yang terlindungi dari bahaya polio setelah mendapatkan vaksin.
Baca Juga: Pakar Kesehatan Nilai Efikasi 65,3 Persen Vaksin Sinovac Sudah Baik
"Kita ketahui angka polio itu sangat tinggi, hingga kemudian mengakibatkan anak-anak terjadinya lumpuh, tetapi dengan vaksin polio jutaan anak di dunia termasuk Indonesia terhindar dari Polio," jelasnya.
Peneliti Clinical Epidemiology and Biostatistics Unit (CE&BU) FKKMK UGM tersebut menyebut bahwa kasus yang muncul seusai mendapat vaksin polio hal itu penyebabnya karena faktor lain.
"Jika ada satu misalnya kejadian yang itu mungkin akibat dari ketidaktepatan dalam pemberian misalnya, hal itu sebetulnya tidak menutup besarnya keuntungan dari vaksin tersebut," terangnya.
Lebih jauh ia juga membantah pernyataan Ribka terkait 12 orang yang meninggal di Majalaya akibat karena divaksin anti kaki gajah.
"Dan kita ketahui bahwa untuk yang kaki gajah misalnya itu sudah dilihat satu per satu kasusnya dan itu ternyata tak ada hubungannya dengan program vaksinasi tersebut," tegasnya.
Ditambahkan, menurutnya Badan POM selalu memantau kemananan dari semua produk sebelum diedarkan, termasuk vaksin polio, anti kaki gajah hingga vaksin covid-19.
Tag
Berita Terkait
-
Terlihat Muda, Ribka Tjiptaning Lempar Gurauan ke Wamenkes
-
Ribka Tjiptaning Tolak Vaksin Covid-19 karena Kasus Polio di Sukabumi 2005
-
Ribka Tjiptaning Menolak Divaksin, Ini Reaksi PDI Perjuangan
-
Ribka Tjiptaning Tolak Vaksin Covid-19, PDIP Tegas Mendukung
-
PDIP: Ribka Tjiptaning Ingin Kritik Komersialisasi Pelayanan Kesehatan
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Dana Desa 2026 Terancam Dipangkas, Pengembangan Koperasi Merah Putih di Bantul Terkatung-katung
-
Gengsi Maksimal, Dompet Santai! 4 Mobil Bekas Harga Rp60 Jutaan yang Bikin Melongo
-
Tak Kenal Pelapor, Muhammadiyah Minta Pandji Lebih Cermat dan Cek-Ricek Materi Stand Up
-
Trump Makin Dar-Der-Dor, Pakar Sebut Tatanan Dunia Terguncang, Picu Aksi Teroris
-
Kekecewaan Keluarga Diplomat Arya Daru usai Polisi Setop Penyelidikan, Ada Sederet Kejanggalan