Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mengakui rencana pemberian vaksinasi Covid-19 untuk para tenaga kesehatan (nakes) belum sesuai dengan terget awal. Jika mengacu pada target awal pemberian vaksinasi Covid-19 direncanakan selesai dalam lima hari saja.
"Jadi untuk pelaksanaan vaksinasi itu antara yang direncanakan dan realitanya belum bisa gathuk atau sesuai. Kalau rencana kita dulu itu satu hari satu faskes bisa melayani 60 orang karena tiga sesi, per sesi 20 orang. Maka dengan 52 faskes akan selesai dalam waktu 5 hari tapi ternyata tidak demikian," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo, kepada awak media, Sabtu (23/1/2021).
4. Villa Mewah di Bogor Bukan Milik Syekh Ali Jaber, Adik: Rumah Aja Ngontrak
Beberapa hari setelah Syekh Ali Jaber wafat, kabar mengenai villa mewah miliknya yang terletak di kawasan Puncak, Bogor kembali mencuat hingga viral. Tapi seperti apakah kebenarannya?
Diketahui awal Januari lalu, masyarakat Indonesia dirundung duka. Salah satu sosok ulama kharismatik, Syekh Ali Jaber berpulang.
5. Jalur Evakuasi Gunung Merapi di Dua Dusun Belum Diperbaiki, Ini Penyebabnya
Baca Juga: Ferdinand Debat dengan Ustaz Yahya Waloni Hubungan Masker dan Masuk Surga
Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman mengakui belum bisa melakukan perbaikan jalur evakuasi yang berada di dusun Tunggularum, Desa Wonokerto, Turi, Sleman dan dusun Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman. Kendalanya saat ini DPUKP masih menunggu skema pembiayaan yang diambil dari dana Belanja Tak Terduga (BTT).
"Sebenarnya sudah siap untuk eksekusi tapi kami PU masih menunggu anggaran," kata Kepala DPUPKP Kabupaten Sleman Taufiq Wahyudi saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (22/1/2021).
Berita Terkait
-
Ferdinand Debat dengan Ustaz Yahya Waloni Hubungan Masker dan Masuk Surga
-
Soal Masker dan Surga, Ferdinand ke Ustaz Yahya Waloni: Hubungannya Apa?
-
Momen Ali Jaber Dipanggil Chef oleh Nagita Slavina, Bukan Syekh
-
Villa Mewah di Bogor Bukan Milik Syekh Ali Jaber, Adik: Rumah Aja Ngontrak
-
Ustaz Yahya Waloni: Meski Ditembak Mati Saya Tidak Akan Pakai Masker!
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi
-
Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir
-
11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa
-
Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY