Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Senin, 25 Januari 2021 | 15:10 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Elements Envato)

"Lebih cepat tentu lebih baik. Nanti rapat koordinasi akan membahas kapan kick off vaksinasi tahap pertama dimulai," sambungnya.

Pada tahap pertama ini, vaksin diberikan kepada tenaga medis, kemudian pada tahap kedua akan diberikan kepada pemberi layanan kemasyarakatan, misalnya TNI, Polri, pegawai pemerintahan, dan pihak lainnya.

Penjagaan di lingkup dinkes dan dalam pendistribusian vaksin ke masing-masing fasilitas kesehatan akan dikoordinasikan dengan Kepolisian dan TNI, dengan harapan semuanya dapat berjalan lancar. Saat ini, vaksin COVID-19 tersebut disimpan di Cold Room (Ruang Pendinginan) khusus milik Dinkes Gunungkidul. Logistik lainnya pun turut disimpan dalam gudang.

"Sesuai data, sasaran dari vaksin ini nantinya untuk 3.004 peserta," kata Abdul usai menerima logistik vaksin tersebut.

Baca Juga: Ketua IDI Metro Orang Pertama Divaksin Covid-19

Ia mengatakan ribuan dosis vaksin jenis Sinovac tersebut diharapkan cukup untuk dua kali suntik. Sesuai prosedur, ada dua kali penyuntikan vaksin dengan jeda waktu masing-masing suntikan 14 hari.

Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty beberapa waktu lalu menyampaikan prioritas di tahap pertama vaksinasi ini adalah tenaga kesehatan (nakes). Ribuan sasaran ini nanti masih diseleksi lagi, apakah memenuhi persyaratan atau tidak untuk mendapatkan vaksin

Adapun persyaratan untuk mendapatkan vaksin jenis Sinovac ini adalah tidak memiliki penyakit penyerta (komorbid), tidak ada hipertensi, bukan ibu hamil, serta belum terinfeksi COVID-19. Selain itu, vaksin jenis ini hanya diperuntukkan bagi golongan umur 18 hingga 59 tahun.

"Ini berarti kelompok anak dan lansia belum bisa menerima vaksin Sinovac. Hal itu berdasarkan hasil uji klinis yang dilakukan," kata Dewi.

Kontributor : Julianto

Baca Juga: Disuntik Vaksin, Bupati Rembang Abdul Hafidz: Lebih Sakit Ditampar Istri

Load More