SuaraJogja.id - Pandemi masih belum usai melanda sebagian besar masyarakat Indonesia, termasuk Daerah istimewa Yogyakarta. Baik sektor kesehatan maupun sektor ekonomi, keduanya mengalami keterpurukan akibat virus yang kali pertama ditemukan di Wuhan, China ini. Sepanjang bulan Januari sendiri, Tim Dekomentasi dan Pemakaman Satgas Covid-19 Kabupaten Sleman makamkan 131 jenazah pasien Covid-19.
Melalui akun Instagram resmi Pemerintah Kabupaten Sleman, disampaikan bahwa Tim Dekomentasi dan Pemakaman Satgas Covid-19 tak pernah lelah siap siaga memberikan pelayanan selama 24 jam dan 7 hari dalam seminggu untuk menjalankan tugas kemanusiaan. Dari 131 jenazah yang dimakamkan, semuanya merupakan pasien terkonfirmasi positif, suspek, hingga probable.
"Total sebanyak 371 pemakaman telah dilakukan sejak Tim bekerja selama 283 hari sejak 22 April 2020 hingga Minggu 31 Januari 2021," tulis akun @kabarsleman dalam unggahannya.
Dari data tersebut, disimpulkan bahwa 35% pemakaman selama jangka waktu sembilan bulan mendominasi bulan Januari. Selain pemakaman tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Sleman, PMI Kabupaten Sleman, dan Komunitas Relawan di bawah koordinasi Forum komunikasi komunitas relawan Sleman (FKKRR) ini juga bertugas melakukan dekontaminasi kepada ambulance dan mobil jenazah yang membawa pasien Covid-19.
Hingga Minggu (31/1/2021), Tim Dekomentasi dan Pemakaman Satgas Covid-19 Kabupaten Sleman sudah melayani dokumentasi sebanyak 2.319 armada dan 5.923 Petugas. Dekomentasi dilakukan di Posko Dekontaminasi yang berada di area kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Jl. KRT. Pringgodiningrat, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta.
"Bekerja menggunakan Alat Pengaman Diri (APD) bukanlah hal yang mudah, terlebih menangani dan mengebumikan jenazah," tulis akun @kabarsleman.
Bekerja menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap untuk memakamkan jenazah bukanlah hal yang mudah. Keikhlasan dan kerja keras menjadi modal utama para anggota tim untuk menjalankan tugas kemanusiaan. Selain itu, setiap pagi tim yang bertugas juga diberikan arahan atau safety briefing, evaluasi, dan serah terima antar ketua tim, serta selalu dalam pengawasan pengendali posko dekontaminasi.
Demi menjaga kesehatan anggota tim, pemeriksaan kesehatan juga dilakukan secara berkala. Yakni Rapid Test Antigen/Antibody maupun Swab Test PCR/Antigen oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Akun @kabarsleman mengajak warganet untuk ikut mendoakan 131 jenazah yang harus dimakamkan dengan prosedur penyakit menular.
Terakhir, untuk mencegah dan memutus mata rantai penularan, masyarakat juga terus diminta untuk bisa menerapkan protokol kesehatan. Mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menggunakan masker. Sejak diunggah Senin (1/2/2021), potret petugas yang memakamkan jenazah pasien covid-19 itu sudah disukai lebih dari seribu orang. Banyak yang mendoakan agar anggota Tim bisa selalu sehat untuk menjalankan tugasnya.
Baca Juga: 500 Ribu Nakes Sudah Disuntik Vaksin Sinovac, Pemerintah: Sesuai Target
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
BRI Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan
-
Menjajal 5G di Kereta Jogja-Solo, XLSMART Tembus 200 Mbps
-
UGM Buka Suara Soal Tarif Wisdom Park: Pengelola Hanya Beri Edukasi, Tidak Ada Pemungutan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Muhammadiyah Tegas Minta KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi BNPB