SuaraJogja.id - Aksi kurang terpuji ditunjukkan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah lantaran berenang beramai-ramai di sebuah kolam.
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mendadak viral setelah fotonya saat berenang beramai-ramai di kolam Mandala Water Park, di Desa Bayan, Lombok Utara beredar di sosial media.
Aksinya yang dilakukan di tengah pandemi tersebut menuai kritik. Salah satunya dari Ferdinant Hutahaean.
Mantan politisi partai Demokrat tersebut menyentil sikap pemimpin di daerah yang turut menyumbang lajunya kasus Covid-19 di wilayahnya.
"Kegagalan PPKM terletak pada kepala daerah semua wilauyah. Kalau kepala daerahnya bekerja benar, disiplin dan tidak bekerja alakadarnya, maka PPKM pasti akan berdampak menahan laju positif covid-19 di daerahnya. Lihat saja daerah yang tinggi angka positif, berarti kepala daerahnya kerja tidak benar," katanya merespon berita terkait viralnya Gubernur NTB yang berenang beramai-ramai, Selasa (2/2/2021).
Sementara itu, seperti dilansir dari Antara, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah mengklarifikasi hebohnya media sosial karena unggahan fotonya di facebook saat sedang berenang beramai-ramai di kolam Mandala Water Park di Desa Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (30/1/2021) lalu.
"Saya tidak menyangka sampai seperti itu. Kita kan menginap di Lombok Utara di Bayan dan kita disambut sangat hangat oleh masyarakat," kata Gubernur Zulkielimansyah saat ditemui wartawan di Mataram, Senin kemarin.
Gubernur menyampaikan, bahwa tempat yang dikunjunginya tersebut layak untuk dipromosikan karena kawasan tersebut terbilang masih sangat asri, dengan suasana kawasan perhutanan yang menjulang tinggi. Begitupun masyarakat di sekitarnya yang menyambut kunjungan gubernur dengan hangat, sehingga menerima tawaran untuk turut berenang bersama masyarakat setempat.
"Bayan ternyata punya sesuatu yang tidak pernah terpublikasikan selama ini. Ada kolam yang airnya itu tidak mengandung bahan kimia karena alami. Langsung dari hutan dan akar-akar pohonnya. Nah jadi karena saya Gubernur, membuat masyarakat itu antusias dan ingin kita bergabung mandi juga di situ. Saat itu saya kurang sehat sebenarnya tapi ya sudah nyebur ke kolam. Setelah nyebur, hilang demamnya, sepertinya airnya berkhasiat," jelasnya.
Baca Juga: Polda NTB: Jangan Sampai Ada Kapolres Saya Evaluasi dan Saya Minta Dicopot
Gubernur menegaskan bahwa tindakannya yang turut berenang bersama warga masyarakat hanya spontanitas. Terkait penerapan protokol kesehatan yang dipertanyakan banyak orang pada media sosial, ia menjawab bahwa dengan kondisi berenang sangat tidak mungkin baginya untuk menggunakan masker.
Meski demikian ia meminta maaf tentang perbuatannya tersebut yang melakukan aktivitas di luar batas, pada momen yang tidak tepat.
"Tentang protokol COVID-19, kan ga mungkin pakai masker kita berenang. Itu spontan saja, kita bukan sengaja merencanakan untuk berenang. Saya pakai pakaian lengkap saat itu. Tapi saya minta maaf jika itu dirasa kurang baik di saat bencana dan angka COVID-19 meningkat," tukasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Satu Staf Gubernur NTB Kena Corona, Pasien yang Menularkan Sudah Sembuh
-
Gubernur NTB Zulkieflimansyah Tak Mau Latah Terapkan Lockdown
-
Gubernur NTB: Jokowi Setuju UTS Sumbawa Jadi Kampus Negeri
-
Diusung PKS dan Demokrat, Gubernur NTB Ngaku Dekat dengan Jokowi
-
Presiden Jokowi Lantik Gubernur dan Wakil Gubernur NTB
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Isu Keamanan Jelang HUT RI Bikin Khawatir, Sri Sultan Singgung Soal Pagar Tinggi di Mal
-
BRI Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perluas Kredit Berkualitas bagi UMKM
-
Berangkat Kerja Malah Jadi Korban Begal, Pria di Sleman Ditodong Sajam dan Motor Digasak
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
Murah, Mudah Didapat, Sulit Ditinggalkan, Kisah Kelam Mantan Pengguna Obat Keras di Jogja