Galih Priatmojo
Selasa, 02 Februari 2021 | 07:20 WIB
Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) yang baru Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah usai dilantik di Istana Negara, Rabu (19/9/2018). (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

SuaraJogja.id - Aksi kurang terpuji ditunjukkan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah lantaran berenang beramai-ramai di sebuah kolam.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mendadak viral setelah fotonya saat berenang beramai-ramai di kolam Mandala Water Park, di Desa Bayan, Lombok Utara beredar di sosial media.

Aksinya yang dilakukan di tengah pandemi tersebut menuai kritik. Salah satunya dari Ferdinant Hutahaean.

Mantan politisi partai Demokrat tersebut menyentil sikap pemimpin di daerah yang turut menyumbang lajunya kasus Covid-19 di wilayahnya.

"Kegagalan PPKM terletak pada kepala daerah semua wilauyah. Kalau kepala daerahnya bekerja benar, disiplin dan tidak bekerja alakadarnya, maka PPKM pasti akan berdampak menahan laju positif covid-19 di daerahnya. Lihat saja daerah yang tinggi angka positif, berarti kepala daerahnya kerja tidak benar," katanya merespon berita terkait viralnya Gubernur NTB yang berenang beramai-ramai, Selasa (2/2/2021).

Sementara itu, seperti dilansir dari Antara, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah mengklarifikasi hebohnya media sosial karena unggahan fotonya di facebook saat sedang berenang beramai-ramai di kolam Mandala Water Park di Desa Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (30/1/2021) lalu.

"Saya tidak menyangka sampai seperti itu. Kita kan menginap di Lombok Utara di Bayan dan kita disambut sangat hangat oleh masyarakat," kata Gubernur Zulkielimansyah saat ditemui wartawan di Mataram, Senin kemarin.

Gubernur menyampaikan, bahwa tempat yang dikunjunginya tersebut layak untuk dipromosikan karena kawasan tersebut terbilang masih sangat asri, dengan suasana kawasan perhutanan yang menjulang tinggi. Begitupun masyarakat di sekitarnya yang menyambut kunjungan gubernur dengan hangat, sehingga menerima tawaran untuk turut berenang bersama masyarakat setempat.

"Bayan ternyata punya sesuatu yang tidak pernah terpublikasikan selama ini. Ada kolam yang airnya itu tidak mengandung bahan kimia karena alami. Langsung dari hutan dan akar-akar pohonnya. Nah jadi karena saya Gubernur, membuat masyarakat itu antusias dan ingin kita bergabung mandi juga di situ. Saat itu saya kurang sehat sebenarnya tapi ya sudah nyebur ke kolam. Setelah nyebur, hilang demamnya, sepertinya airnya berkhasiat," jelasnya.

Baca Juga: Polda NTB: Jangan Sampai Ada Kapolres Saya Evaluasi dan Saya Minta Dicopot

Gubernur menegaskan bahwa tindakannya yang turut berenang bersama warga masyarakat hanya spontanitas. Terkait penerapan protokol kesehatan yang dipertanyakan banyak orang pada media sosial, ia menjawab bahwa dengan kondisi berenang sangat tidak mungkin baginya untuk menggunakan masker.

Meski demikian ia meminta maaf tentang perbuatannya tersebut yang melakukan aktivitas di luar batas, pada momen yang tidak tepat.

"Tentang protokol COVID-19, kan ga mungkin pakai masker kita berenang. Itu spontan saja, kita bukan sengaja merencanakan untuk berenang. Saya pakai pakaian lengkap saat itu. Tapi saya minta maaf jika itu dirasa kurang baik di saat bencana dan angka COVID-19 meningkat," tukasnya.

Load More