"Anak-anak itu lebih jujur. Dengan permintaan anak saya yang telah dipenuhi ini, saya tentu sangat berterima kasih sekali kepada bapak Jokowi. Tadi diberi, mainan, alat tulis dan ada tas juga," tutur Tukirah.
Tukirah menyampaikan ia sendiri selama ini berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Sementara sang suami atau ayah dari Kalis bekerja sebagai petani.
Disebutkan Tukirah, selama di barak pengungsian Purwobinangun ia tidur bersama dengan Kalis dan kakaknya Intan. Sedangkan untuk suaminya berada di atas untuk menjaga rumah dan bekerja.
Menurutnya, Kalis merupakan anak yang memang suka menulis dan membaca sejak dini. Bahkan beberapa kali ia juga sempat membuat puisi.
"Kalis memang suka nulis membaca. Kadang juga bikin puisi tapi memang bahasanya belum bagus karena kan memang baru kelas 2 SD. Ia bersekolah di SD Sanjaya Tritis," ucapnya.
Disinggung mengenai pemenuhan kebutuhan selama di pengungsian, Tukirah menyatakan bahwa kebutuhan anak sudah terpenuhi dengan baik. Salah satunya dengan fasilitas Warung Air yang menjadi tempat anak-anak untuk menikmati makanan ringan selama di barak pengungsian.
Di Warung Air tersebut, anak-anak telah disediakan sebuah galon dan beberapa macam minuman yang disukai anak-anak. Bahkan beberapa makanan ringan juga dapat dinikmati secara gratis.
"Itu [Warung Air] sangat membantu ibu-ibu karena kalau anak-anak itu biasanya suka jajan macam-macam. Nah dengan adanya warung seperti itu sangat memudahkan dan membantu kami selaku orang tua. Jadi selama di sini saya tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk anak jajan," ungkapnya.
Tidak hanya fasilitas bagi anak-anak saja yang menjadi perhatian. Namun fasilitas pengungsian lain mulai dari kasur, bantal, selimut dan lain-lain sudah terpenuhi dengan baik.
Baca Juga: Di Luar Zona Bahaya, Warga Turgo di Barak Purwobinangun Boleh Pulang
"Setiap hari juga ada penyemprotan untuk ruangan. Agar tetap terjaga kesehatannya," imbuhnya.
Terkait dengan keputusan pemulangan pengungsi ke rumah masing-masing, Tukirah menyatakan memang sudah merasa nyaman dan aman untuk pulang. Hal itu didasari oleh rekomendasi BPPTKG yang menyatakan bahwa jarak bahaya masih berada di 5 km dari puncak.
Jika dihitung, kata Tukirah, jarak rumahnya dengan puncak Gunung Merapi masih berada di 5,9 km. Sehingga memang dengan pertimbangan itu ia dan warga lain merasa lebih baik untuk pulang saja.
Kendati begitu Tukirah yang merupakan warga Turgo RT 3 RW 2, Purwobinangun, Pakem, Sleman, menyebut rumahnya memang tidak jauh dari Kali Boyong. Terhitung rumahnya dengan Kali Boyong pun hanya berjarak 200 meter saja.
"Tetap kita menjaga kewaspadaan. Jadi nanti seandainya di rumah itu tidak nyaman karena di atas masih banyak guguran. Kita bisa bergeser ke SD Sanjaya Tritis. Nanti kalai sore yang ada di bantaran Kali Boyong itu nanti bisa geser ke sana," tandasnya.
Berita Terkait
-
Jokowi Bisik-bisik ke Telinga Ketua Dewan Pers, Ternyata Bilang Ini
-
CEK FAKTA: Benarkah Jokowi Sudah Pakai Dana Haji Rp 38,5 Triliun Diam-diam?
-
Jokowi Minta Masyarakat Aktif Kritik, Bintang Emon: UU ITE Assalamualaikum
-
Kasus Positif Covid-19 Akan Naik, Menkes Minta Jokowi dan DPR Tidak Panik
-
Abu Janda dan Pigai Bertemu, Rocky Gerung: Harusnya Jokowi dan Habib Rizieq
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 146 Kurikulum Merdeka: Menulis Naskah Drama
-
Jeritan Hidup di Balik Asap Sate Malioboro: Kisah Kucing-kucingan PKL dan Dilema Perut yang Perih
-
7 Fakta Sidang Mahasiswa UNY Pembakar Tenda Polda DIY: Dari Pilox Hingga Jeritan Keadilan!
-
Pasar Murah di Yogyakarta Segera Kembali Hadir, Catat Tanggalnya!
-
Gempa Bumi Guncang Selatan Jawa, Pakar Geologi UGM Ungkap Penyebabnya