SuaraJogja.id - Nasib malang dialami seorang pria berumur 103 tahun di Pedukuhan Srabahan RT 36, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul. Kakek bernama Pawiro Sentono alias Bingan ditemukan tewas di dasar sumur.
Kapolsek Sanden AKP Haryanto menjelaskan, peristiwa terjadi pada Senin (8/2/2021). Kakek 103 tahun itu diduga terpeleset saat hendak mengambil air.
"Benar, satu orang korban yang merupakan kakek-kakek, tercebur ke dalam sumur miliknya. Korban ditemukan oleh saksi yang saat itu ingin menjenguk korban," kata Haryanto, dikonfirmasi wartawan, Rabu (10/2/2021).
Ia menjelaskan, awal mula penemuan, saksi bernama Suprihatin (49) mencari keberadaan Kakek Bingan di rumahnya. Karena tidak menemukan di tempat tidur maupun di ruang tamu, ia mencari di dekat sumur milik korban.
"Saksi ini melihat tongkat korban yang sehari-hari selalu ia bawa tergeletak di sekitar sumur. Penasaran dengan tongkat yang berada dekat dengan sumur, saksi memanggil tetangganya," ujar dia.
Tetangga Suprihatin, Kuat Santoso (36) dan Heri Kriswoto (35), mendatangi rumah korban sambil mengecek sumur yang dimaksud. Kuat Santoso pun curiga dengan paralon yang patah di dalam sumur.
"Ada patahan yang diperkirakan baru terjadi dan diduga korban masuk ke dalam sumur, tetapi tubuh korban tidak ada di sana [tidak mengapung]," kata dia.
Akhirnya saksi berinisiatif menguras sumur dengan alat pompa yang ada di sekitar sumur. Kendati demikian, niat itu diurungkan lantaran alat pompa rusak.
Selanjutnya, Kuat Santoso dan Heri mengambil tangga untuk mencari korban, yang diduga tenggelam ke dalam sumur.
Baca Juga: Disebut Berkhasiat, Air Sumur Ajaib di Tanggamus Diambil Warga
"Satu saksi bernama Heri menyelam ke dalam sumur dan menemukan korban. Namun untuk mengangkat korban sangat sulit, sehingga memanggil warga lainnya," ujar Haryanto.
Dua saksi akhirnya mengangkat korban dari sumur. Warga lain yang mendengar kabar tersebut membantu mengevakuasi jenazah Bingan.
Warga setempat juga menghubungi pihak kepolisian. Selanjutnya polisi meminta bantuan PMI untuk mengevakuasi jenazah RS.
"Dugaan sementara, korban ini diketahui jatuh ke dalam sumur mungkin karena terpeleset," ujar dia.
Haryanto memastikan bahwa dalam kejadian itu tak ada unsur kekerasan. Selain itu, besar kemungkinan karena kelalaian korban.
"Dari identifikasi dari Polres Bantul, di tubuh korban tidak ditemukan bekas kekerasan atau penganiayaan. Selanjutnya kami serahkan ke keluarga untuk dimakamkan," ujar dia.
Berita Terkait
-
Peduli Pejuang Covid-19, Wartawan Bantul Bagi APD di Hari Pers Nasional
-
PTKM Diperpanjang, Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Bantul Batal Digelar
-
PPKM Mikro Berlaku Mulai Hari Ini, Berikut Aturan Mainnya
-
Disebut Berkhasiat, Air Sumur Ajaib di Tanggamus Diambil Warga
-
Warga Tanggamus Heboh Muncul Sumur Setelah Terdengar Bunyi Petir
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais