SuaraJogja.id - Gus Miftah merupakan salah satu tokoh agama yang memiliki jejak digital berseteru dengan alamrhum Ustaz Maaher dan Abu Janda. Mengasku sudah tak punya masalah pribadi, sebelumnya Gus Miftah sempat diolok-olok oleh Ustaz Maaher karena gemar mengadakan pengajian di klub malam dan tempat lokalisasi. Cacian tersebut disambut dengan undangan Gus Miftah kepada Ustaz Maaher untuk ikut datang dalam pengajiannya.
Sementara, Gus Miftah dengan Permadi Arya punya urusan yang bersangkutan dengan organisasi agama yang mereka ikut. Abu Janda sempat menjadi bulan-bulanan warganet lantaran cuitannya yang menyatakan "Islam agama arogan". Sebagai orang yang selalu mengangkat identitas anggota Nahdhatul Ulama, Gus MIftah dibuat meradang oleh sikap teledor Abu Janda itu.
Namun, pertikaian antara Abu Janda dan Gus Miftah berujung pada pertemuan di kanal YouTube Deddy Corbuzier. Secara langsung, Gus Miftah mengutarakan kekesalannya kepada pria yang hobi menggunakan blangkon tersebut. Tidak segan-segan, ia juga meminta Permadi untuk belajar lagi cara menghadapi Islam ekstremis kepada para kiai NU.
Sayangnya, pertemuan di antara keduanya justru seolah menjadi salah paham bagi beberapa pihak. Selepas meninggalnya Ustaz Maaher di Rutan Bareskrim Polri, ada warganet yang menghujat Gus Miftah melalui pesan langsung di Instagram. Meski sudah mengaku tidak memiliki masalah pribadi dengan Soni Eranata, tetapi Gus Miftah justru dituduh pilih kasih.
Akun Instagram @adnagung melalui pesan langsung kepada Gus Miftah mempertanyakan sikap Gus Miftah yang terkesan pilih kasih dalam memperlakukan Ustaz Maaher dan Abu Janda. Pemilik akun itu menilai, Permadi dilindungi oleh Gus Miftah, sementara Ustaz Maaher justru diperlakukan demikian jahatnya.
"Maksud anda apa @adnagung? Emang apa yang saya lakukan kepada almarhum?," tulis Gus Miftah dalam keterangannya.
Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji ini balik mempertanyakan perlakuan seperti apa yang ia berikan kepada Ustaz Maaher. Sejak awal perselisihan di antara keduanya, Gus Miftah selalu menekankan bahwa dirinya tidak memiliki permasalahan pribadi. Ia justru mengajak Ustaz Maaher untuk datang ke pengajiannya di lokalisasi.
Ketika kabar meninggalnya Soni Eranata akibat sakit di tahanan mencuat, Gus Miftah juga ikut menyampaikan kabar duka tersebut dan mengucapkan duka cita. Menanggapi komentar negatif dari warganet yang menyebutnya sebagai penjilat, Gus Miftah menyampaikan bahwa pondoknya terbuka 24 jam jika warganet itu ingin diskusi.
"Pondok saya terbuka lo 24 jam monggo ngopi mas, uripmu kakean nge teh sepet," tulis Gus Miftah dalam keterangannya.
Baca Juga: Dibacakan Gus Miftah Surat Alquran Ini, Para PSK Menangis
Sejak diunggah pada Rabu (10/2/2021), unggahan Gus miftah yang menerima komentar negatif mengenai perlakuan kepada Abu Janda dan Ustaz Maaher tersebut sudah disukai lebih dari 66 ribu pengguna Instagram. Selain itu, ada beberapa komentar yang ditinggalkan warganet dalam unggahan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Janji 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Ditagih, Pemerintah Diminta Berhenti Berkilah
-
Tinggal di Rumah Bambu Tanpa TV, Janda di Jogja Ini Syok Dicap Masuk Kategori Orang Kaya Desil 10
-
Pertumbuhan Ekonomi dan Ilusi Keberhasilan Pembangunan
-
Uang Palsu Rp36 M Bukan Sekadar Kerugian, Akademisi: Bisa Gerus Kepercayaan Publik terhadap Rupiah