SuaraJogja.id - Budayawan Prie GS dikabarkan meninggal dunia Jumat (12/2/2021) pukul 06:37 WIB di Rumah Sakit Colombia Asia, Kota Semarang. Pria kelahiran Kendal ini disebutkan meninggal karena terkena serangan jantung. Rencananya jenazah akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Bergota 2 Semarang.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mukti melalui cuitan di akun Twitternya @Abe_Mukti menyampaikan duka cita atas kepergian pria bernama asli Supriyanto GS tersebut. Abe mengaku merasa benar-benar kehilangan sosok budayawan yang jenaka dan kerap mengutarakan kata-kata bijaksana.
"Saya sungguh kehilangan seorang budayawan yang senantiasa berkata bijak dengan jenaka, menginspirasi tanpa menggurui, dan mengajak kepada kebaikan tanpa menyalahkan," tulis Abe dalam cuitannya.
Bagi Abe, Prie merupakan sosok yang menginspirasi tanpa menggurui serta mengajak kepada kebaikan tanpa menyalahkan. Abe juga mengucapkan selamat jalan kepada pria yang mengawali karirnya sebagai seorang wartawan. Ia juga berdoa agar Allah mengampuni dosa Prie dan menempatkannya di Surga.
Pria kelahiran Kabupaten Kendal, 3 Februari 1965 ini meninggal dalam usia 56 tahun. Sebelumnya, ia dikenal sebagai seorang wartawan harian umum Suara Merdeka Semarang. Saat ini, sosok Prie lebih dikenal sebagai budayawan, kartunis, penyair, penulis, dan public speaker di berbagai seminar, diskusi, serta pembawa acara di radio dan televisi.
Awalnya, Prie lebih tertarik dengan dunia kartunis dan kerap mengirimkannya ke berbagai media massa. Selain itu Prie juga sempat menempuh pendidikan di jurusan seni musik, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP Semarang. Sebagai wartawan, Prie banyak mengulas rubrik mengenai kesenian dan menggambar kartun untuk konten mingguan.
Sejak diunggah, cuitan Abe yang mengungkapkan dukacita atas kepergian budayawan tersebut sudah disukai seratus orang lain pengguna Twitter. Selain itu, ada belasan lainnya yang ikut membagikan ulang. Beberapa komentar yang ditinggalkan ikut memberikan ucapan dukacita kepada Prie.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Fakta Persidangan: Hakim Ungkap Dana Hibah untuk Masyarakat, Tak Ada Bukti Sri Purnomo Ambil Manfaat
-
Ironi Surplus Telur, UGM Peringatkan Risiko Investasi Asing Ancam Peternak Lokal
-
Kinerja BRI 2026: Laba Rp15,5 Triliun Naik 13,7% Pada Triwulan Pertama
-
Hujan Deras Disertai Angin Puting Beliung Terjang Sleman, Atap Rumah Beterbangan dan Pohon Tumbang
-
Sultan Jogja Heran Sadisnya Ibu-ibu Pengasuh Daycare Little Aresha, Perintahkan Tutup Daycare Ilegal