SuaraJogja.id - Pemberlakuan kebijakan Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) Mikro tampaknya berpengaruh pada jumlah wisatawan yang bertandang ke Yogyakarta. Wisatawan yang menggunakan Kereta Api (KA) ke kota ini selama libur panjang Tahun Baru Imlek tidak lagi membludak seperti libur panjang akhir tahun lalu.
"Untuk data penumpang tidak ada kenaikan yang signifikan. Masih sama dengan libur Sabtu-Minggu biasa. Ini berbeda dari libur akhir tahun lalu," ujar Manager Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Supriyanto saat dikonfirmasi, Sabtu (13/2/2021).
Menurut Supriyanto, PT KAI mengurangi jumlah KA yang mengangkut penumpang selama libur panjang ini.
Hanya 24 KA yang beroperasi selama seminggu terakhir untuk relasi pulang pergi (PP) dari Yogyakarta ke kota lain maupun sebaliknya.
Jumlah penumpang pun rata-rata hanya sekitar 2.300 penumpang per hari sejak seminggu terakhir.
Jumlah ini tidak banyak mengalami peningkatan dibandingkan hari-hari biasa, sekitar 1.800 penumpang per hari.
"Karena KA belum banyak yang jalan dan adaaturan pembatasan [PTKM mikro] oleh pemerintah. Orang mau piknik, tapi tempat piknik ndak bisa dikunjungi, kan percuma," ungkapnya.
PT KAI, lanjut Supriyanto, saat ini sudah memberlakukan Grafik Perjalanan KA (Gapeka) 2021. Kebijakan ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan No KP 1385 Tahun 2020 tentang Penetapan Grafik Perjalanan Kereta Api Tahun 2021 dan KP 1362 Tahun 2020 tentang Penetapan Lintas Pelayanan Perkeretaapian pada Grafik Perjalanan Kereta Api Tahun 2021.
Aturan yang diberlakukan mulai 10 Februari 2021 tersebut mengubah jadwal keberangkatan KA. Namun melalui perubahan tersebut, maka waktu perjalanan KA akan makin singkat.
Baca Juga: Libur Imlek, Objek Wisata di Cianjur Anjlok Gegara Ganjil Genap Bogor
Grafik ini menjadi pedoman pengaturan pelaksanaan perjalanan KA, yang digambarkan dalam bentuk garis yang menunjukkan stasiun, waktu, jarak, kecepatan, dan posisi perjalanan kereta api, mulai dari berangkat, berhenti, datang, bersilang, hingga penyusulan, yang digambarkan secara grafis untuk pengendalian perjalanan KA.
Perubahan Gapeka dari 2019 ke Gapeka 2021disebabkan selesainya pembangunan jalur ganda lintas Tambak - Kebumen - Butuh dan Jombang - Mojokerto oleh Kementerian Perhubungan.
Dengan demikian, lintas Jakarta - Purwokerto - Yogyakarta - Mojokerto sudah Doubel track.
Adanya jalur double Track tersebut menghilangkan waktu KA berhenti di stasiun karena persilangan dua KA.
Selain itu, terdapat peningkatan angka puncak kecepatan di berbagai lintas dan adanya elektrifikasi lintas Solo Balapan - Yogyakarta sehingga KRL mulai beroperasi.
“Dengan adanya peningkatan-peningkatan tersebut, maka perjalanan KA yang dapat diakomodir KAI mengalami peningkatan. Karenanya calon penumpan harus memperhatikan kembali jadwal yang tertera pada tiket. Tujuannya agar pelanggan tidak tertinggal kereta karena sudah diberlakukannya Gapeka 2021,” imbuhnya.
Berita Terkait
-
Libur Imlek, Objek Wisata di Cianjur Anjlok Gegara Ganjil Genap Bogor
-
Libur Tahun Baru Imlek, 264 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek
-
ASN di Sumut Dilarang Bepergian Saat Libur Imlek, Jika Melanggar Dihukum
-
Antisipasi Corona, Warga Riau Diimbau Tidak Keluar Kota Selama Libur Imlek
-
Melihat Kawasan Kuliner Gang Gloria di Tengah Pandemi
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Sempat Alami Gejala Keracunan Usai Santap MBG, Puluhan Siswa di Sleman Akhirnya Kembali Bersekolah
-
Kinerja Semester I Lampaui Ekspektasi, Saham BBRI Direkomendasikan Buy oleh Analis
-
Duh! 9.216 Keluarga di Bantul Kehilangan Bansos karena Terindikasi Judol
-
Kematian Bambang hingga Ricuh di Simpang Gramedia, Pakar: Jangan Biarkan Ormas Jadi Polisi Jalanan
-
Gagal Amankan Aksi di Simpang Empat Gramedia, JPW Kecam Pembiaran Bentrokan dan Keterlibatan Ormas