SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta mengakui, perkembangan data yang cukup dinamis perihal sasaran vaksin menjadi kendala tersendiri dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Hingga kini jumlah penerima vaksin terus mengalami penambahan.
Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Pengelolaan Data, dan Sistem Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Lana Unwanah mengatakan, penambahan jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang akan divaksin masih bisa terjad, mengingat pendaftaran vaksinasi Covid-19 bagi nakes juga masih dibuka.
"Pengajuan permintaan stok vaksin masih bakal dilakukan jika dosis yang ada tidak mencukupi," kata Lana, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (18/2/2021).
Lana menuturkan, pengajuan permohonan dosis tambahan itu yang diperuntukkan bagi nakes yang baru saja mendaftarkan diri. Terlambat pendaftaran nakes ini diakibatkan oleh perubahan regulasi dari pusat perihal penerima vaksin.
Baca Juga: Takut Divaksin Covid-19, Warga Satu Dusun Ngumpet di Hutan
Namun, Lana juga tidak menutup kemungkinan bahwa vaksinasi Covid-19 untuk para nakes yang baru saja mendaftar itu tidak bisa dilakukan secepatnya karena tergantung dengan ketersediaan vaksin yang ada hingga saat ini.
Jika memang dirasa tidak memungkinkan, kata Lana, para nakes tersebut akan diikutsertakan pada penyuntikan vaksin Covid-19 tahap kedua di Kota Jogja.
“Jadi antara data yang masuk dengan pengajuan awal tidak sinkron. Sewaktu meminta dosis awal, masih ada ketentuan bahwa komorbid dan penyintas belum boleh. Karena sekarang datanya terus bertambah, pengajuannya akan kita tambahkan di tahap kedua vaksinasi,” ungkapnya.
Menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, nakes yang masih tertunda mendapatkan vaksinasi berjumlah lebih kurang 972 orang. Terdapat beberapa alasan yang membuat vaksinasi tersebut tertunda.
Semisal faktor kesehatan atau penyakit penyerta atau komorbid yang dimiliki oleh nakes itu, mengalami hipertensi, atau sedang dalam keadaan hamil atau bahkan menyusui, serta penyintas Covid-19 pun belum diperkenankan.
Baca Juga: Brasil Akan Suntik Semua Orang Dewasa di Kota Serrana dengan Vaksin Sinovac
Namun, beberapa waktu yang lalu, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 368 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 pada Kelompok Sasaran Lansia, Komorbida, dan Penyintas Covid-19 serta Sasaran Tunda. Kebijakan yang dikeluarkan pada 11 Februari 2021 tersebut membuat beberapa penyebab awal tadi sudah bisa divaksinasi.
Berita Terkait
-
Seorang Dokter di Inggris Coba Bunuh Pasangan Ibunya dengan Vaksin COVID-19 Palsu!
-
Pesta Seks Selama Pandemi dan Kebohongan Vaksin Covid-19, Dokter di New York Terancam Penjara!
-
Kemenkes Bantah Adanya Detoksifikasi Vaksin Covid-19, Definisinya Beda Jauh
-
Pakar Minta Ada Kajian Lebih Dalam Terkait Efek Vaksin Covid-19 AstraZeneca
-
Vaksin Covid-19 AstraZeneca Ditarik dari Peredaran di Seluruh Dunia
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Prabowo Didesak Rangkul Pengusaha, Tarif Trump 32 Persen Bisa Picu PHK Massal di Indonesia?
-
Viral, Mobil Digembosi di Jogja Dishub Bertindak Tegas, Ini Alasannya
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan