Meskipun layanan dibuat dengan lebih mudah, yakni datang ke instansi atau kantor. Namun, proses cetak paspor sama seperti pada layanan biasanya. Yakni, paspor dapat diambil dalam tiga hari kerja setelah melakukan pembayaran.
Pembayaran sendiri bisa dilakukan melalui teller di bank atau mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Pada layanan yang digelar di kantor Polda DIY itu hanya melayani entri berkas dan pengambilan foto. Cetak paspor tetap dilakukan di kantor imigrasi.
"Sebenarnya ini adalah salah satu program inovasi dari imigrasi Indonesia dalam masa pandemi ini juga," ujar Sigit.
Kegiatan eazy pasport sendiri merupakan salah satu inovasi kantor Imigrasi dalam memberikan layanan di tengah pandemi. Sigit menyebutkan pihaknya ingin membuat masyarakat lebih mudah untuk membuat paspor.
Baca Juga: Eks Pengasuh Bayi Menangis di Halaman Polda DIY Usai Terciduk Edarkan Sabu
Terlebih di masa pandemi saat ini, masyarakat mungkin mengalami ketakutan untuk datang ke kantor imigrasi atau kesulitan dalam melakukan antri online. Untuk itu, Sigit menyebutkan pihaknya menyasar kepada komunitas, instansi pemerintah, atau mungkin komplek perumahan.
Sementara Ketua Bhayangkari Polda DIY, Nyonya Dhani Asep Suhendar mengapresiasi langkah dari imigrasi tersebut. Ia menilai jika itu sebuah langkah tepat yang harus terus dilakukan. Yakni melakukan jemput bola kepada masyarakat dalam memberikan layanan terbaik.
"Sebuah terobosan baru, karena kantor imigrasi yang jemput bola," ujar Dhani.
Ia menilai, jika langkah jemput bola yang dilakukan Kantor Imigrasi kelas l TPI Yogyakarta adalah langkah yang harus terus dilakukan. Dhani juga mengaku puas dengan layanan yang diberikan oleh kantor Imigrasi Yogyakarta.
Baca Juga: Sabu hingga Pil Koplo, Polda DIY Ungkap 25 Peredaran Narkoba Selama Januari
Berita Terkait
-
Jaringan Ganja Antar Provinsi Jogja-Medan-Aceh Dibongkar, 1 Kg Lebih Ganja Disita!
-
Lebih Dekat dengan Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Alfian Nurizal: Sempat Gagal Tes Polisi hingga Aktif Bantu Warga
-
LEKAT: Kombes Pol Alfian Nurrizal, Dirlantas Polda DIY yang Hobi Turun ke Jalan
-
Teka-teki Kasus Mutilasi Mahasiswa UMY, Misteri Kematian Korban hingga Menunggu Proses Hukum
-
Rekonstruksi Mutilasi Mahasiswa UMY, Pelaku Peragakan 49 Adegan di Kamar Kos
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan