SuaraJogja.id - Akun Instagram @smart.gram membagikan video TikTok milik seorang gadis yang membuat publik terenyuh. Pasalnya, akibat tergiur harga perawatan salon yang murah, rambut gadis ini mengalami kerusakan parah, mulai dari kerontokan hingga kebotakan di tengah kepalanya.
Dalam videonya, gadis ini menunjukkan kondisi rambutnya setelah mendapatkan perawatan di salon tersebut. Ia berniat untuk mengubah warna rambutnya agar lebih kekinian. Sayangnya, akibat salah pilih salon, rambut panjang sebahunya justru berakhir pitak di bagian tengah.
Ia berdiri menghadap ke arah tembok dengan bentuk rambut sebahu yang indah. Warnanya kuning keemasan seperti yang dimiliki oleh orang luar negeri. Gadis ini juga tampak puas dan senang dengan hasil warna rambut yang didapatkannya. Ia masih sempat berfoto dengan senyum lebar di wajah.
Pada keterangan tertulis yang disematkan, gadis ini menjelaskan bahwa rambutnya tersebut mengalami proses bleaching atau pemudaran warna rambut hingga tiga kali. Pegawai salon itu mengungkapkan bahwa langkah tersebut perlu dilakukan agar warna yang diinginkan bisa lebih meresap ke dalam rambut.
Awalnya, gadis ini juga merasa semuanya baik-baik saja, sampai dua hari setelahnya saat gadis ini mencuci rambutnya. Sayang, rambut indahnya banyak yang patah. Saat dilihat di sisi atas bagian tengah kepala, tampak rambut gadis ini menjadi pitak karena terlalu banyak yang patah.
Selanjutnya, gadis ini juga masih terus mengalami kerontokan yang parah dan membuat pitak di bagian tengah kepalanya makin banyak. Melihat kondisi rambutnya, gadis ini nyaris menangis. Ingin marah, tetapi ia merasa percuma karena tidak bisa mengembalikan rambutnya yang patah kembali sempurna.
Akhirnya, gadis ini hanya bisa tersenyum kecut melihat kondisi rambutnya yang makin botak akibat patah dan rontok. Ia berpesan kepada warganet agar jangan sampai mengalami nasib seperti dirinya.
Akibat tergiur harga perawatan yang murah, ia justru berakhir mengalami masalah rambut yang parah.
Sejak diunggah pada Selasa (9/3/2021), video seorang gadis yang tergiur harga murah di salon hingga mengorbankan rambutnya menjadi rusak dan botak telah disukai lebih dari 4.000 pengguna Instagram.
Baca Juga: Pandemi, Orang Lebih Suka Potongan Rambut Bob
Ada ratusan komentar yang ditinggalkan warganet. Tidak sedikit ikut merasa iba melihat kondisi rambut gadis itu.
"Bleach bikin rambut patah dan rusak itu yang pernah aku alami. Cuma gak sampe pitak gitu sih," tulis akun @ayu_*****.
"Itu dia warnain sampe akar. Jadi akarnya gak kuat lagi karena kena langsung bahan kimia," komentar akun @maria****.
"Kalau memang rambut rusak, pernah kena bleaching dll, usahakan jangan nyisir rambut pas basah, karena bakalan patah," tanggapan akun @gw****.
Sementara akun @tyosetiawa*** mengatakan, "Banyak gaya sih, udah dikasih rambut bagus malah dirusak."
Tonton video lengkapnya DI SINI.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Jalan Damai 57 Biksu Tembus Panas dan Luka, Yogyakarta Jadi Titik Istimewa Menuju Borobudur
-
Tanggapi Pembubaran Ibadah di Bantul, Sultan HB X: Tidak Ada yang Boleh Merasa Paling Benar Sendiri!
-
Kesbangpol Bantul Kaji Legalitas Tempat Ibadah GMS Usai Dugaan Aksi Pembubaran
-
Tanah Adat Dirampas, Konflik dengan Negara Kian Memanas, RUU Masyarakat Adat Mendesak Disahkan
-
Dua Dekade Gempa Jogja, Ancaman Megathrust dan Pentingnya Klaster Bencana