SuaraJogja.id - Kongres Luar Biasa atau KLB Partai Demokrat yang digelar di Deli Serdang beberapa waktu lalu terus menuai kecaman dari sejumlah loyalis AHY. Sejumlah kader yang kukuh berada di barisan putra Susilo Bambang Yudhoyono mengaku jengkel dengan adanya kudeta tersebut terutama terhadap sosok Moeldoko yang dituding sebagai dalangnya.
Salah satu kader Partai Demokrat, Willem Wandik bahkan melontarkan pernyataan pedas atas digelarnya KLB hingga memunculkan Moeldoko sebagai ketua umum Partai berlambang bintang mercy versi Deli Serdang tersebut.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat tersebut menyindir bahwa Moeldoko tak ubahnya abdi dalem Istana yang menjadi raja palsu.
Menurutnya, Moeldoko itu abdi dalem Istana yang berangan-angan jadi raja. Namun angan-angan itu dilawan tegas oleh kader Demokrat.
Dalam pandangannya, Willem menuliskan kudeta Partai Demokrat yang didalangi Moeldoko dan sejumlah mantan kader Demokrat yakni Jhoni Allen Marbun, Nazaruddin, Marzuki Alie itu akan langsung dicounter para loyalis AHY.
Willem menganalisis nekatnya Moeldoko mengkudeta Demokrat itu karena mantan Panglima TNI itu merasa embel-embel Istana bisa menjadi senjata untuk menekan DPC dan DPC. Padahal sebaliknya yang terjadi.
“KSP Moeldoko merasa kekuatan embel embel “Abdi Dalem Istana” dapat digunakan untuk menekan dan “menakut nakuti” para kader Demokrat (di struktural DPD, DPC, hingga PAC di seluruh Indonesia) untuk membelot menyingkirkan Ketum AHY. Mereka menilai AHY akan mudah untuk disingkirkan,” tulis anggota DPR Fraksi Demokrat ini dikutip dari laman Partai Demokrat, seperti disitat dari Hops.id, Jumat 12 Maret 2021.
Faktanya, loyalitas Ketua-Ketua DPD dan DPC di seluruh Indonesia tidak bisa dibeli oleh tawaran-tawaran pragmatisme, baik melalui bujuk rayu maupun janji-janji sejumlah uang yang cukup besar, serta jaminan nama penting di lingkaran istana yang di komandoi oleh KSP Moeldoko. Pada faktanya juga, kata Willem, Ketum AHY masih berdiri kokoh dan tidak tergoyahkan.
“Justru kudeta “Abdi Dalem Istana” yang keblinger itu, secara perlahan berubah menjadi “dagelan” dan bagai cerita fiksi di negeri dongeng. Seperti kisah “hulu balang istana, mendeklarasikan dirinya menjadi raja palsu yang ditolak oleh rakyat karena tidak mengenal asal usulnya,” tulisnya.
Baca Juga: Soal Kudeta Moeldoko, Rocky Gerung: Jokowi Nggak Paham, Bengong Aja
Aksi menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang yang digagas
Marbun berbuntut panjang. Partai Demokrat AHY resmi memecat Jhoni Allen sebagai anggota DPR RI dan langsung ngamuk atas pemecatannya.
Pemecatan tersebut dinilai Jhoni Allen sebagai langkah yang semena-mena dengan melakukan pemecatan terhadap dirinya dari Anggota DPR RI.
Penilaian semena-mena tersebut menurut Jhoni dilakukan Partai Demokrat AHY, karena dirinya bisa menjadi anggota DPR bukan karena partai, namun karena kerja keras dirinya yang dipilih oleh masyarakat.
“Jangan sewenang-wenang dong, karena kita menjadi anggota DPR ini kerja keras suara rakyat dari pemilih saya,” katanya saat jumpa pers di kediaman Moeldoko.
Dikuatkan Jhoni dengan melaju dirinya ke Senayan tak lepas dari kerja keras dirinya dan menjadi wakil atas rakyat atau masyarakat yang memilihnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bukan Tanpa Alasan, Ini Penyebab Utama Proyek Pengolahan Sampah di DIY Tertunda
-
Tragedi Daycare Little Aresha: Pemkot Yogya Kerahkan 94 Psikolog
-
Enam Warga DIY Pernah Positif Hantavirus pada 2025, Masyarakat Diminta Tak Panik
-
Lapor Polisi Sejak 2025, Kasus Dugaan Penipuan BPR Danagung di Polda DIY Jalan di Tempat
-
Gandeng YKAKI, Tilem ing Tentrem Berikan Ruang Jeda Penuh Makna bagi Mereka yang Merawat