SuaraJogja.id - Salah seorang warganet yang berasal dari Sumatra membagikan pengalamannya berkunjung ke Jogja untuk kali pertama. Mencoba menu khas di pinggir jalan, yakni gudeg, warganet ini bingung karena harga yang ditawarkan tidak semurah yang ia baca di internet.
Curhatan oleh warganet yang tak diketahui identitasnya itu dibagikan di akun @FOODFESS2. Dalam cuitannya, warganet ini mengaku bahwa dirinya baru kali pertama berkunjung ke Jogja. Mengunggah foto beberapa menu makanan, menurutnya itu tak sesuai untuk lidahnya, yang sangat kental dengan makanan khas Sumatera.
Selain itu, hal mengecewakan lainnya yang dirasakan saat berkunjung ke Jogja adalah, harga makanan ternyata tidak semurah yang selama ini digembar-gemborkan.
Satu botol air mineral di pinggir jalan dijual seharga Rp6.000. Menurutnya, harga tersebut jauh lebih mahal dari air mineral yang ia beli di Jakarta.
Bukan hanya air mineral, saat membeli gudeg, sebagai salah satu makanan khas Jogja, warganet ini juga merasa harganya mahal.
Sama seperti air mineral, ia juga membeli makanan tersebut di pinggir jalan. Sempat mengira harganya hanya berkisar belasan ribu, ia terkejut ketika harus membayar sebesar Rp30.000.
"Fess pertama kali ke jogja makan disini rasanya ga sesuai lidah aku yang sumatra banget wkwk, trus yang katanya makan serba murah aku gak merasakan murahnya sedikitpun, beli akua pinggir jalan 6 ribu ternyata lebih mahal daripada di jakarta, makan gudeg pinggiran kirain belasan ribu ternyata 30 ribu. Apa aku yang ga pande nawar ya," tulis warganet di akun @FOODFESS2.
Sejak diunggah pada Minggu (14/3/2021), curahan hati warganet yang terkejut dengan harga makanan serta minuman di Jogja ini sudah disukai lebih dari 500 pengguna Twitter.
Selain itu, ada puluhan lainnya yang ikut membagikan ulang dan tidak sedikit yang ikut berkomentar.
Baca Juga: 5 Tips Meningkatkan Harga Diri
Di kolom komentar, tidak sedikit warganet yang setuju dengan anggapan tidak banyaknya makanan yang murah di Jogja. Dibandingkan dengan kota besar lainnya, harga makanan yang ditawarkan relatif sama.
Namun, ada juga beberapa pendapat yang menilai bahwa warganet tersebut hanya salah memilih warung.
"Sabar nder, aku juga merasakan hal yang sama kok. Harganya ga jauh beda dari kalimantan, jadi aku kaget wkwk waktu itu cuman makan nasi terus pakai sate telur puyuh sama apa gitu habis 25k tapi pas aku jalan ke daerah sleman sana, malah dapat mie ayam 8k porsi guede gila, terus dapat soto 7k juga," tulis akun @siapaas***.
"Orang2 kenapa denial dan ngotot sih kalo makanan di yk murah? Wkwk makanan di yk tu harganya standar, sm kayak di kota2 lain. Pake alesan, sendernya ga pake bahasa daerah lah, ga pinter cari warung lah wkwk," komentar akun @boniku***.
"Kalau soal rasa, jujur iya, tipe masakan Sumatra sama Jawa beda, Jawa cenderung manis, Sumatra cenderung pedes, di Sumatra gak pake gula sama sekali, pokoknya beda deh. Tapi kalau mahal mungkin karena keliatan kamu pendatang jadi dimahalin, tanya dulu harga sebelum makan," tanggapan akun @syahsa***.
Sementara akun @kolgoo**** mengatakan, "Salah tempat sih gua orang jogja makanan di sana emang murah murah kok asalkan bukan restoran aja sih wkwk bener bener gak ngotak murahnya. Andai sekeluarga biasa abisin 300 ribu di bandung disana 100 ribu aja udah bisa pake minum dll alias paket lengkap."
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
-
AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
-
Kecewa Ditinggal Begitu Saja, Ojol Jakarta Murka Massa Pati Langsung Pulang Usai dari DPR
Terkini
-
Geruduk DPRD, BEM DIY Tagih UU Perampasan Aset Agar Tak Jadi Dokumen yang Terparkir di DPR
-
Waspadai Pelajar Terseret Aksi Demo, Disdikpora DIY Perketat Pengawasan Sekolah
-
Komitmen Perkuat Koperasi dan UMKM, Dirut BRI Hery Gunardi Raih Bakti Koperasi
-
BRI Perkuat Ekonomi Desa BRILiaN Balbar di Sofifi Maluku Utara dan UMKM Lewat Semarak Merah Putih
-
SDI Dukung Tuntutan AMPB soal RUU Perampasan Aset, Tapi Ingatkan Risiko Penyusupan