SuaraJogja.id - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY berhasil mengungkap lima laporan kasus narkotika (LKN) selama periode bulan Januari-Maret 2021. Dari total lima tersangka yang diamankan terdapat sejumlah barang bukti mulai dari sabu, ganja hingga tembakau gorilla.
Kepala BNNP DIY Nanang Hadiyanto merinci, barang bukti yang berhasil diamankan berupa sabu-sabu dengan berat 7 gram, ganja dengan berat 105 gram serta tembakau gorilla dengan berat 104,1 gram. Saat ini barang bukti narkotika sedang diperiksa di laboratorium.
"Selama periode Januari-Maret 2021 ini, kita berhasil mengungkap 5 kasus narkotika. Dengan 5 orang tersangka laki-laki dan barang bukti ada sabu-sabu, ganja, dan tembakau gorilla kemudian ada juga barang bukti non narkotika," kata Nanang saat menggelar konferensi pers di Kantor BNNP DIY, Selasa (16/3/2021).
Nanang menungkapkan pengungkapan kasus pertama dilakukan pada Januari lalu dengan TKP di daerah Surakarta. Kasus itu berhasil diungkap setelah pengembangan penyelidikan pihaknya.
Tersangka yang berinisial NH itu kedapatan menyimpan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 7 gram. Dari pemeriksaan, tersangka sudah melakukan peredaran itu sebanyak lima kali.
"Setiap melakukan kegiatan penjualan sabu-sabu tersebut tersangka mendapat Rp500 ribu dan sudah dilakukan sebanyak 5 kali. Barang bukti sabu," ucapnya.
Kasus kedua berhasil terungkap pada Februari lalu dengan tersangka berinisal TTP. Penyidik menemukan barang bukti berupa tembakau sintesis atau yang kerap dikenal dengan tembakau gorilla seberat 34,6 gram.
"TKP awalnya di Jogja, lalu kita pengembangan sampai di Klaten," imbuhnya.
Kasus ketiga yang berhasil diungkap berada di kawasan Depok, Sleman pada bulan Maret lalu. Dalam pengungkapan ini BNNP DIY mengamankan tersangka berinisial YES bersama barang bukti narkotika jenis ganja seberat 105 gram.
Baca Juga: Iseng Bertani Ganja di Halaman Kos, Pemuda Sleman Diamankan BNNP DIY
Tersangka diamankan tepatnya di Maguwoharjo. Menurut informasi yang didapatkan tersangka sudah melakukan 3-4 kali pengiriman ganja.
"Tersangka mendapatkan barang bukti melalui jasa pengiriman ekspedisi. Jadi selama Covid-19 ini upaya peredaran itu tetap karena pemakai itu tidak bisa berhenti secara tiba-tiba juga. Jadi mereka tetap ingin memakai sehingga pasokan tetap saja masuk," sebutnya.
Kemudian pada pengungkapan kasus keempat masih dilakukan pada Maret dengan TKP berada di Klaten. Tersangka RHF yang berhasil diamankan kedapayan memiliki tembakau sintesis atau gorilla.
Sedangkan penangkapan kasus terakhir terjadi di Sukoharjo dengan barang bukti berupa sabu-sabu. Tersangka juga kedapatan sudah beberapa kali mengedarkan sebelum akhirnya ditangkap.
"Selain itu Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bantul berhasil mengungkap sebanyak 1 laporan kasus narkotika (LKN) dengan tersangka sebanhak 2 orang laki-laki dan barang bukti narkotika berupa sabu-sabu dengan berat sebanyak 5,61 gram," tuturnya.
Nanang mengungkapkan bahwa terdapat sedikit kenaikan dari segi penangkapan yang dilakukan. Meskipun begitu, dipastikan bahwa penggunaan narkotika itu justru tercatat mengalami penurunan.
"Tahun kemarin kita penangkapan naik tapi penggunaan turun. Pada tahun 2020 pengguna yang direhab tercatat ada 900 orang dalam setahun. Padahal tahun 2019 itu ada 1.600 orangyang direhab. Berarti pengguna turun. Mungkin karena ditangkap dan sudah ada yang sembuh," jelasnya.
Dijelaskan Nanang bahwa ancaman hukuman bervariasi, mulai dari 4-12 tahun, 5-15 tahun atau lebih lama lagi. Tingkat hukuman tersebut akan bergantung pada peran tersangka, apakah menjadi pengguna, kurir atau pengedar.
"Misal kalau tersangka ternyara residivis bisa lebih berat. Motifnya hampir semua, biasanya kalau sudah memakai butuh uang lagi, sehingga mau tidak mau menjual lagi," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Iseng Bertani Ganja di Halaman Kos, Pemuda Sleman Diamankan BNNP DIY
-
Dari Aceh ke Bekasi, 4 Kurir Selundupkan Paket Sabu 1 Kg di Dalam Sandal
-
Modus Baru Kurir Narkoba Sembunyikan Sabu di Dalam Sandal
-
Tak Kapok Berulang Kali Masuk Penjara, Kakek KS Jadi Bandar Sabu-sabu
-
Kembali Ditangkap, Ternyata Ini Alasan Millen Cyrus Konsumsi Benzodiazepine
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Dari Mangkrak Jadi Berkilau: Kisah Bangkitnya Hotel Mutiara Malioboro, Harapan Baru di Yogyakarta
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Gustavo Tocantins Dipastikan Absen Lawan Persela Lamongan
-
Waktu Buka Puasa di Jogja Hari Ini 25 Februari 2026: Cek Jam Magrib Tepat di Sini!