SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul kembali menyiapkan pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah pada tahun ajaran baru Juli 2021 mendatang. Hal itu menyusul dengan rencana Kementerian Pendidikan yang juga akan membuka pembelajaran tatap muka tahun ini.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga atau Disdikpora Bantul, Isdarmoko menjelaskan jelang dibukanya pembelajaran tatap muka (PTM), ada enam poin yang harus dipenuhi sekolah-sekolah.
"Jadi kami berupaya memenuhi ketentuan dari Kementerian dan Pemkab Bantul. Saat ini kan ada akselerasi persiapan PTM untuk kembali membuka sekolah di Bulan Juni atau Juli pada tahun ajaran baru," kata Isdarmoko dihubungi SuaraJogja.id, Sabtu (27/3/2021).
Ia mengatakan, ada dua hal yang perlu dipersiapkan oleh sekolah yang ada di daerah-daerah sebelum membuka kembali pembelajaran tatap muka. Pertama vaksinasi guru dan kedua adalah pemenuhan daftar periksa kesiapan.
"Nah untuk daftar periksa kesiapan ini ada 6 poin yang harus dipenuhi sekolah-sekolah dari semua jenjang, mulai TK/PAUD, SD serta SMP," ungkap dia.
Isdarmoko merinci, enam poin itu antara lain, kesiapan sekolah dengan pemenuhan sarana penunjang kesehatan, seperti wastafel, toilet yang bersih, serta tempat desinfektan.
Kedua, lanjut Isdarmoko, sekolah harus menjalin akses dengan pusat layanan kesehatan. Mulai dari klinik atau puskesmas hingga rumah sakit yang dekat dengan sekolah.
"Ketiga sekolah harus menyediakan atau mewajibkan murid dan guru mengenakan masker. Lalu keempat, masing-masing sekolah harus memiliki alat pengukur suhu," terangnya.
Poin kelima yang wajib disiapkan adalah adanya tim atau satuan tugas pencegahan penularan Covid-19 di tingkat sekolah.
Baca Juga: Tersandung Skandal, Pengunduran Diri Lurah Mangunan Tunggu SK Bupati Bantul
"Tim ini ditunjuk dengan SK yang disiapkan oleh sekolah masing-masing. Tugasnya adalah memetakan kondisi lingkungan dan warga yang berpotensi mudah terserang Covid-19," ujar dia.
Pemetaan tersebut kata Isdarmoko ada 3 kriteria yang disasar. Pertama warga yakni guru atau orang tua murid yang memiliki komorbid dan berpotensi besar tertular virus. Selanjutnya yang kedua adalah memetakan guru-guru yang dari luar daerah datang mengajar ke Bantul.
"Hal ini harus diperhatikan betul, karena ada potensi guru datang dari luar daerah, dan harus dipastikan tidak sedang sakit. Jadi dipetakan dan kami harapkan guru-guru dari luar wilayah Bantul datang mengajar menggunakan kendaraan pribadi. Tidak menggunakan kendaraan umum. Mereka juga harus memetakan orang yang terpapar Covid-19 atau datang dari zona merah," katanya.
Poin kelima yang harus disiapkan, masing-masing sekolah wajib berkoordinasi dan meminta persetujuan dari para orang tua.
"Jika pak Bupati Bantul (Abdul Halim Muslih) sudah mengizinkan pembelajaran tatap muka diberlakukan, nanti kami meminta kepada orang tua. Jika masih ada yang takut atau tidak setuju kami tidak bisa memaksakan anak itu harus datang ke sekolah. Nanti tetap dilakukan pembelajaran daring (untuk orang tua yang tidak setuju)," jelas dia.
Seluruh sekolah dari jenjang SD dan SMP sudah mulai memenuhi 6 poin tersebut. Sehingga pada tahun ajaran baru sekitar Juli 2021, sekolah tatap muka bisa berjalan kembali.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
UPN Jogja Sebut Belum Ada Tawaran Resmi Kelola MBG, Pilih Fokus Ketahanan Energi
-
Revisi UU Pemilu Tertahan di Legislatif, Akademisi Sebut Sekadar Tambal Sulam
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Hari Ini, BRI Bayar Dividen Para Investor