Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Rabu, 31 Maret 2021 | 15:30 WIB
Tersangka MI pelaku penipuan yang mengaku dari Kementerian PUPR kala dihadirkan di Mapolsek Berbah, Rabu (31/3/2021). Ia diamankan usai aksi tipu-tipunya dilaporkan oleh korbannya. (kontributor/uli febriarni)

SuaraJogja.id - Saat ini, masyarakat DIY diresahkan dengan munculnya sejumlah kasus penipuan, dengan modus pelaku yang mengaku-aku sebagai petugas kepolisian maupun aparatur sipil negara. 

Panit Reskrim Polsek Berbah Iptu Amiruddin menuturkan, misalnya saja yang kekinian diungkap oleh Polsek Berbah, Sleman.

"Tersangka berinisial MI, menipu korbannya dengan mengaku sebagai PNS sebuah kementerian," ujarnya, Rabu (31/3/2021). 

Di Berbah, korban MI adalah seorang laki-laki. Namun di lain TKP, belum dilaporkan secara resmi, korban MI berjenis kelamin perempuan. Kepada korbannya yang satu ini, MI mengaku sebagai anggota kepolisian. 

Baca Juga: Butuh Adaptasi, Penyerang Baru PSS Sleman Ini Masih Sulit Tidur Malam

"Penipuan berkedok petugas, tak jarang menimpa korban berjenis kelamin perempuan. Kami juga kurang paham apa pemicunya," ujar dia. 

Agar terhindar dari tindak penipuan berkedok aparat berseragam, Amiruddin menyampaikan sejumlah tips dan imbauan. 

1.Jangan langsung percaya dengan foto orang yang baru dikenal, apalagi bila mengenalnya lewat media sosial, 

2.Kalau ada yang mengaku anggota, tanyakan kartu anggotanya. Karena kartu anggota tiap personel kepolisian, berbeda antara satu dengan lainnya. 

3.Saat berinteraksi atau berkirim pesan, tanyakan di mana ia berdinas, 

Baca Juga: Pemain Asing Anyar PSS Sleman Ini Masih Kesulitan untuk Tidur

4.Tanya alamat rumahnya, identitas diri dan sandingkan antara dua keterangan tersebut. Lihat kesesuaiannya. 

5.Jangan mudah mengirimkan identitas diri kita kepada orang yang baru dikenal,
 
6.Jangan mau mengirimkan uang, password media sosial, angka notifikasi aplikasi yang kita pakai, kepada orang yang baru dikenal. Walaupun ada iming-iming atau alasan tertentu, 

Di akhir tipsnya, Amiruddin mendorong kepada masyarakat jangan mudah percaya kepada orang yang baru dikenal. 

"Pokoknya, jangan percaya pada wajah, misalnya tampan, berseragam. Jangan langsung percaya pada orang baru dikenal, yang lama kenal saja bisa jadi tak dapat dipercaya," tandasnya.

Kontributor : Uli Febriarni

Load More