Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Selasa, 06 April 2021 | 19:47 WIB
dua pelaku pembacok warga Dlingo saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolres Gunungkidul, Selasa (6/4/2021). [Kontributor / Julianto]

Tak lama berselang, tepat pada 31 Maret 2021 kemarin, jajarannya juga berhasil mengamankan pelaku lainnya, MS (23) warga Mantrijeron, Yogyakarta. MS diamankan jajaran kepolisian di salah satu warung wilayah Kota Gede Yogyakarta. MS lantas digelandang ke Mapolres Gunungkidul untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Iradat menyebutkan, senjata tajam yang digunakan untuk melukai Tegar berupa clurit dan golok dibuang dua kilometer dari lokasi kejadian. Namun kepolisian belum juga menemukan senjata tajam yang digunakan untuk menganiaya korban Tegar. Kemungkinan besar, senjata tajam tersebut sudah diambil oleh warga sekitar tempat pembuangan arang bukti. 

"Katanya clurit dan golok dibuang di area persawahan dua kilometer dari lokasi," jelasnya. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dua pelaku kekerasan di jalan tepatnya sebelah timur jembatan Kalurahan Getas, Kapanewon Playen diamankan ke Mapolres Gunungkidul, Sabtu (27/9) malam. Dua pelaku, A dan F langsung diamankan polisi karena sebelumnya sudah diringkus warga Dlingo, sementara dua lainnya MS dan HS melarikan diri.

Baca Juga: Tersengat Listrik Saat Kerja Bakti, Warga Gunungkidul Tewas

Keempat pelaku dikenakan Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat RI No. 12 Tahun 1951 tentang menguasai atau embawa senjata tajam dengan ancaman hukuman paling lama 10 (sepuluh) tahun penjara dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman paling lama 2 (dua) tahun penjara. 

Kapolsek Playen, AKP Hajar Wahyudi mengatakan, kejadian yang mengakibatkan tangan Tegar Febriansyah (18) warga Dlingo terluka di bagian jari kiri ini bermula saat ia berboncengan dengan tetangganya, Famuji. Kemudian, sesampainya di lokasi kejadian terdapat empat pemuda tak dikenal memepet kendaraan keduanya. 

"Dalam waktu yang bersamaan salah satunya mengayunkan senjata tajam jenis clurit,"terangnya kala itu.

Kontributor : Julianto

Baca Juga: Hujan Angin di Gunungkidul, Kandang Isi 5.200 Puyuh Roboh Rata Dengan Tanah

Load More