SuaraJogja.id - Setelah sempat buron selama 6 bulan, akhirnya dua tersangka penganiayaan terhadap Tegar Febriansyah (19) warga Kalurahan Temuwuh, Kapanewonan Dlingo Kabupaten Bantul, akhirnya berhasil diringkus jajaran Satreskrim Polres Gunungkidul dalam pelarian mereka.
Dua tersangka yang berinisial MS (23) warga Mantrijeron Yogyakarta dan HS (19) warga Kasihan Bantul adalah dua dari empat pelaku penganiayaan menggunakan senjata tajam yang dilakukan di tanjakan tugu Kalurahan Getas, Kapanewon Playen pada 26 September 2020 silam.
Kepala Unit Pidana Umum, Satuan Reserse Kriminal Polres Gunungkidul, Ipda Iradat Alfin Putra mengungkapkan, usai melakukan penganiayaan, MS dan HS memang langsung kabur sementara dua lainnya berhasil diamankan oleh Sat Reskrim Polres Gunungkidul
"Kami terus melakukan penyelidikan, dan mendapat petunjuk tersangka," paparnya, Selasa (6/4/2021) di Mapolres Gunungkidul.
HS terus diburu oleh petugas karena usai penganiayaan yang bersangkutan sudah tidak berada di kediamannya di kawasan Pabrik Gula Madukismo Kasihan, Bantul. Dan beberapa hari yang lalu, pihaknya mendapatkan informasi jika yang bersangkutan berada di Legok, Tanggerang Banten.
Usai mendapatkan informasi tanggal 26 Maret 2021 tersebut, pihaknya lanngsung menerjunkan petugas Resmob Polres Gunungkidul bersama dengan Jatrantas Polda DIY menuju ke Tanggerang. Lalu pada Sabtu 27 Maret 2021, jajaran kepolisian berhasil mengamankan HS di tempat kos wilayah Legok.
"Dari tangan pelaku kami berhasil mengamankan satu buah celana pendek abu-abu dan juga satu buah handphone merk Oppo A11,"tambahnya.
Ipda Iradat menambahkan, HS merupakan pelaku utama. Gerombolan penganiaya Tegar ini memang kelompok yang senang menunjukkan powernya. Kelompok pimpinan HS ini sengaja datang ke Gunungkidul untuk mencari kelompok lain karena dendam.
"Mereka mencari kelompok lain karena dendam namun mereka tidak menemukan kelompok yang dimaksud. Kelompok HS ini lantas mencari korban secara acak," jelas Ipda Iradat.
Baca Juga: Tersengat Listrik Saat Kerja Bakti, Warga Gunungkidul Tewas
Dari keterangan pelaku, tambah Ipda Iradat, sejauh ini HS sudah pernah terlibat tindakan kriminal di wilayah Polres Bantul. HS sendiri diketahui merupakan seorang mahasiswa di salah satu universitas di Yogyakarta. HS kini sudah diamankan di Mapolres Gunungkidul.
Tak lama berselang, tepat pada 31 Maret 2021 kemarin, jajarannya juga berhasil mengamankan pelaku lainnya, MS (23) warga Mantrijeron, Yogyakarta. MS diamankan jajaran kepolisian di salah satu warung wilayah Kota Gede Yogyakarta. MS lantas digelandang ke Mapolres Gunungkidul untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Iradat menyebutkan, senjata tajam yang digunakan untuk melukai Tegar berupa clurit dan golok dibuang dua kilometer dari lokasi kejadian. Namun kepolisian belum juga menemukan senjata tajam yang digunakan untuk menganiaya korban Tegar. Kemungkinan besar, senjata tajam tersebut sudah diambil oleh warga sekitar tempat pembuangan arang bukti.
"Katanya clurit dan golok dibuang di area persawahan dua kilometer dari lokasi," jelasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, dua pelaku kekerasan di jalan tepatnya sebelah timur jembatan Kalurahan Getas, Kapanewon Playen diamankan ke Mapolres Gunungkidul, Sabtu (27/9) malam. Dua pelaku, A dan F langsung diamankan polisi karena sebelumnya sudah diringkus warga Dlingo, sementara dua lainnya MS dan HS melarikan diri.
Keempat pelaku dikenakan Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat RI No. 12 Tahun 1951 tentang menguasai atau embawa senjata tajam dengan ancaman hukuman paling lama 10 (sepuluh) tahun penjara dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman paling lama 2 (dua) tahun penjara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Purbaya Dicopot, DPRD DIY Tantang Menkeu Baru Batalkan Seluruh Pemangkasan Anggaran Daerah
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius
-
Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan
-
Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri