SuaraJogja.id - Masjid Jogokariyan memastikan tetap akan menggelar pasar sore pada Ramadan 2021. Namun sebelum membuka lapaknya, para pedagang di pasar sore akan terlebih dulu melakukan tes GeNose.
Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta Ustaz Muhammad Jazir mengatakan, tes GeNose kepada pada pedagang pasar sore ini dilakukan, mengingat pandemi Covid-19 masih belum usai.
Tujuannya, agar kesehatan dan keamanan di lingkungan Masjid Jogokariyan tetap terjaga meski aktivitas tetap dijalankan selama Ramadan kali ini.
"Nanti kita tetep ada pasar sore tetep ada. Kemudian kita sediakan GeNose. Jadi nanti para pedagang itu sebelum berdagang kita pastikan mereka negatif Covid-19," kata Jazir kepada awak media, Selasa (13/4/2021).
Jazir menuturkan pengecekan kondisi para pedagang pasar sore dengan GeNose itu akan dilakukan secara berkala. Agar lebih memastikan bahwa sepanjang Ramadan aktivitas masyarakat di Masjid Jogokariyan tetap bebas dari Covid-19.
"Nanti akan dicek secara periodik, dicek ulang setiap 4 hari sekali, dipastikan mereka yang berjualan itu negatif Covid-19," ucapnya.
Beberapa penyesuaian saat menggelar pasar sore di Masjid Jogokariyan juga telah diatur mengingat kondisi pandemi Covid-19, termasuk dengan pemberian jarak antara pedagang satu dengan lainnya.
Hal itu guna mengantisipasi adanya kerumunan yang mungkin terjadi ketika berbelanja. Dengan pemberian jarak itu juga berpengaruh kepada jumlah pedagang yang akan berjualan.
"Kemudian pedagang ada jarak 2 meter antara satu dengan yang lain. Sehingga sekarang hanya 179 pedagang. Biasanya kan 600 lebih," ujarnya.
Baca Juga: Ngabuburich Ramadan 2021, The Rich Jogja Hotel Punya Promo Menarik
Terkait dengan usulan Wakil Wali Kota Yogyakarta mengenai pasar sore dengan sistem layanan tanpa turun atau drive thru, kata Jazir, itu tetap akan ditampung. Namun memang pihaknya tidak bisa memaksakan saran itu kepada para pembeli yang akan datang.
"Iya kalau saran ya kita juga sarankan. Cuma masalahnya pembeli itu kan mungkin pas datang ia ingin langsung buka pengen minum di tempat, jajan minum es. Kalau mewajibkan juga ngga bisa, karena orang datangkan belum tahu juga. Dia datang sudah mendekati maghrib terus langsung pengen beli es cendol dan ingin buka dan minum di situ ya silakan saja," tuturnya.
Kendati begitu Jazir menegaskan telah membuat penjagaan yang ketat dari barat hingga ke timur yang digunakan sebagai akses masyarakat. Nantinya pihak masjdi akan dibantu oleh TNI dan Satpol-PP untuk pengawasa protokol kesehatan.
"Kemudian akan kita perbanyak wastafel sama untuk hand sanitizer dan pengunjung yang akan masuk ke pasar sore juga akan kita cek suhu. Kami juga sediakan masker bukan hanya mewajibkan. Jadi bagi yang lupa bawa nanti dibagikan secara gratis," tegasnya.
Diketahui bahwa Masjid Jogokariyan telah memiliki satu alat deteksi dini Covid-19 buatan UGM atau GeNose C19. Selain pedagang pasar sore yang diwajibkan untuk melakukan tes GeNose, jemaah dari luar lingkungan Jogokariyan pun harus melakukan tes tersebut.
"Iya selain pedagang genose untuk jemaah bagi yang memang dari luar. Jadi sebetulnya kita sudah pesen lagi satu mesin genose tapi nanti menjelang Idul Fitri baru datang," tandasnya.
Berita Terkait
-
Ngabuburich Ramadan 2021, The Rich Jogja Hotel Punya Promo Menarik
-
Suasana Salat Tarawih di Masjid Jogokariyan Menyambut Ramadhan 1442 Hijriah
-
Pertama Jalani Puasa Ramadhan, DJ Katty Butterfly Minta Didoakan Begini
-
Ivan Gunawan Tak Punya Kebiasaan Stok Belanjaan Jelang Ramadhan
-
Ivan Gunawan Ikhlas Ramadhan Pertama Tanpa Ayah
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Janji 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Ditagih, Pemerintah Diminta Berhenti Berkilah
-
Tinggal di Rumah Bambu Tanpa TV, Janda di Jogja Ini Syok Dicap Masuk Kategori Orang Kaya Desil 10
-
Pertumbuhan Ekonomi dan Ilusi Keberhasilan Pembangunan
-
Uang Palsu Rp36 M Bukan Sekadar Kerugian, Akademisi: Bisa Gerus Kepercayaan Publik terhadap Rupiah