SuaraJogja.id - Pemda DIY membuat kebijakan baru untuk membatasi jumlah pemudik yang nekat datang ke DIY saat libur Lebaran mendatang. Kebijakan ini diberlakukan menyusul larangan mudik pada 6-12 Mei 2021 dari pemerintah.
Daerah perbatasan rencananya akan dijaga selama 24 jam penuh. Penjagaan dilakukan bergilir oleh Satpol PP serta Dishub kabupaten/kota dan DIY di DIY dan Jateng.
"Ya kita lakukan sebanyak mungkin pencegatan-pencegatan yang ada di perbatasan," ujar Sekda DIY Baskara Aji di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (14/04/2021).
Menurut Aji, aturan pemerintah yang melarang moda transportasi beroperasi selama libur lebaran dimungkinkan membuat pemudik memanfaatkan kendaraan pribadi untuk pulang kampung. Membludaknya kendaraan pribadi yang masuk DIY dikhawatirkan bakal terjadi bila tidak dilarang.
Karenanya, pengawasan titik-titik perbatasan diperketat selama libur lebaran. Pemda akan berkoordinasi dengan pemkab untuk melakukan penyekatan titik-titik perbatasan.
Pemudik yang nekat masuk DIY nantinya wajib putar balik. Tidak ada dispensisasi meski mereka membawa surat rapid antigen atapun GeNose.
"Kan sudah dilarang pemerintah, ya kita minta putar balik, baik roda dua maupun roda empat," ujarnya.
Aji menambahkan, jika nantinya ada pemudik yang lolos masuk ke DIY maka RT/RW masing-masing kabupaten/kota di DIY wajib melakukan skrining. Pemudik harus melakukan isolasi mandiri selama berada di DIY.
Sementara bagi pekerja yang setiap harus harus keluar masuk DIY ke Jateng tetap diperbolehkan masuk DIY. Pemda DIY akan berkomunikasi dengan Pemprov Jateng.
Baca Juga: Gibran Sebut Tak akan Mempersulit Warga yang Mudik ke Kota Solo
"Kalau yang bekerja diluar jogja seperti klaten itu kan bukan mudik tapi kerja, ya tetap bisa masuk. Nanti kita koordinasi dengan jateng," jelasnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
-
Gibran Sebut Tak akan Mempersulit Warga yang Mudik ke Kota Solo
-
Janji Tak Tilang Pemudik Bandel, Kakorlantas: Kami Cuma Minta Putar Balik
-
Pintu Masuk Sumut Diperketat, Ada Sanksi Bagi ASN yang Nekat Mudik
-
Pemerintah Larang Warga Mudik, Polisi Dirikan 333 Pos Penyekatan
-
Pusat Melarang, Tapi Dinkes Pacitan Bolehkan Warganya Mudik, Syaratnya...
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi
-
Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir