SuaraJogja.id - Di hari-hari awal puasa Ramadan 2021/1442 H, viral sebuah video yang menunjukkan panjangnya antrean masyarakat yang hendak mengambil makanan sahur yang dibagikan secara gratis oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Video Tiktok dari akun @ripaskidipapap itu dibagikan ulang ke Instagram oleh akun @wonderfuljogja, Jumat (16/4/2021).
Malam itu merupakan pembagian sahur terakhir di UMY karena, menurut info yang didapat @ripaskidipapap, paket makanan yang dibagikan untuk sahur dialihkan ke waktu buka puasa.
Terlihat di tengah suasana gelap malam, sekitar pukul 01.20 WIB sudah mengular antrean para pengendara sepeda motor. Disebutkan bahwa mereka sedang menunggu giliran mengambil makanan sahur di UMY.
"Antrian sahurnya dari jam 01.20 ternyata udh serame ini gaiss," tulis pemilik video.
Pengunggah video juga mengaku senang lantaran orang-orang yang membagikan makanan pun sangat ramah.
Terlihat seorang perempuan berjilbab dan bermasker memberikan dua kotak makanan sambil mengucapkan selamat sahur pada pria di balik kamera, yang kemudian mengucapkan terima kasih.
"Menunya jg enak: ada nasi pecel, ayam, sama bakwan," tambah @ripaskidipapap. "Makasi banyak UMY. berkah selalu!"
Melalui kolom komentar, terlihat banyak warganet ikut tertarik untuk mendapatkan makanan gratis dari UMY di bulan Ramadan itu.
Baca Juga: Jadwal Imsyakiyah Surabaya, 5 Ramadan, 17 April 2021
TONTON VIDEONYA DI SINI.
Sebelumnya diberitakan SuaraJogja.id, Kepala Biro Humas dan Protokol UMY Hijriyah Oktaviana mengatakan, pihaknya mengalihkan program pembagian sahur menjadi pembagian takjil mulai 17 April 2021. Pasalnya, animo mahasiswa untuk mengikuti program sahur tidak sebanyak program pembagian takjil dari pihak kampus.
"Jadi pembagian sahur terakhir adalah tanggal 17 April 2021 dan mulai tanggal 17 April itu pula jumlah takjil yang dibagikan bertambah menjadi 2.500 paket untuk mahasiswa UMY karena untuk mendapatkannya harus menunjukkan kartu mahasiswa yang masih aktif," tutur perempuan yang akrab disapa Ria ini, Kamis (15/4/2021), saat dihubungi SuaraJogja.id melalui nomor pribadinya.
Penjelasan tersebut ia ungkapkan saat menyampaikan permintaan maaf karena mahasiswa yang mengantre takjil luber sampai ring road dan menyebabkan kemacetan hingga videonya viral di media sosial.
Menurut keterangannya, pembagian takjil kepada mahasiswa UMY tersebut sudah dilakukan dua kali ini. Yang pertama dilaksanakan pada 2020 saat pandemi Covid-19 mulai melanda DIY, dan keadaan masih mencekam.
"Itu bagian dari program UMY Mengabdi, salah satunya adalah program bagi takjil dan sahur," kata dia.
Berita Terkait
-
Jadwal Imsyakiyah Surabaya, 5 Ramadan, 17 April 2021
-
Awas! Minum Kopi Tak Baik Dikonsumsi Saat Sahur, Ini Kata Dokter Tirta
-
Bolehkah Minum Kopi Saat Sahur? Berikut Penjelasan Dokter Spesialis Gizi
-
Agar Tetap Terhidrasi dan Berenergi, Konsumsi 5 Asupan Berikut saat Sahur
-
Pemuda Bangunkan Sahur ala TikTok Pakai Pengeras Suara Masjid Bikin Ngakak
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Seru, Dapatkan Harga Istimewa Hyundai Creta Lewat Program Triple Zero & Trade-In Benefit
-
Perajin Menjerit! Batik Indonesia Dibajak Vietnam, Merek Lebih Dulu Didaftarkan di Luar Negeri
-
Pameran PASSAGE: Jembatan Seniman Yogyakarta Menuju Panggung Prancis
-
Ketika SD Negeri di Jogja Kekurangan Murid, Guru Patungan demi Tetap Bisa Bermimpi
-
Haedar Nashir: Tak Ada Kompromi bagi Pelaku Pelecehan Seksual di Kampus Muhammadiyah