Kini juga tersedia beberapa titik hand sanitizer untuk pengunjung yang disediakan oleh petugas di Kampoeng Ramadhan Jogokariyan.
Tampak sejak pukul 16.00 tidak sedikit orang yang berdatangan, mulai memilih menu buka puasa seperti jajanan hingga berbagai macam lauk pauk.
Sayangnya, tahun ini pihak Masjid Jogokariyan terpaksa meniadakan tradisi takjil piring terbang dan menggantinya dengan agenda bagi-bagi nasi kotak yang kemudian bisa dibawa pengunjung ke rumah.
Hal ini tentu saja dilakukan demi meminimalisir terjadinya penularan virus corona Covid-19.
Kendati demikian, antusiasme pengunjung Kampoeng Ramadhan Jogokariyan di Ramadan 2021 ini terbilang tetap tinggi dan meriah.
Ragam jajanan dan lauk yang ditawarkan pedagang juga kian beragam, mulai dari kekinian hingga makanan jadul semuanya tersedia di Kampoeng Ramadhan Jogokariyan.
Semoga pandemi virus corona Covid-19 ini segera usai ya, agar tradisi piring terbang dan juga keseruan lainnya di Kampoeng Ramadhan Jogokariyan pada tahun-tahun berikutnya bisa terlaksana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran
-
Raih Ekstra 27.000 GarudaMiles dari Transaksi dengan BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas
-
Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan
-
Cara PIMPASA Imigrasi Yogyakarta Cegah Perdagangan Orang Lewat Pangan dan Wayang
-
Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja