SuaraJogja.id - Setelah melewati proses menunggu cukup lama, akhirnya jembatan baru di sisi utara Kebun Binatang Gembira Loka bakal siap digunakan. Rencananya penggunaan jembatan anyar Muja-Muju Jalan Kusumanegara negara itu akan dimulai pada Senin (26/4/2021) besok.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho mengatakan, sebagai tahap awal, uji coba akan dilakukan terlebih dulu. Nantinya uji coba jembatan baru itu akan dikoordinasikan juga dengan Polresta Yogyakarta.
"Uji coba akan kami awali pada Senin besok pada pukul 09.00 WIB," kata Agus saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (24/4/2021).
Sejumlah rekayasa lalu lintas juga bakal turut diatur dalam uji coba jembatan baru tersebut. Menurut rencana, nantinya pengendara yang datang dari arah timur menuju barat bakal melewati jembatan baru, tepatnya di sisi selatan.
Lalu sebaliknya pengendara yang berasal dari arah barat atau Jalan Kusumanegara menuju timur akan lewati jembatan lama.
Rekayasa lalu lintas itu juga bakal berdampak arus kendaraan berasal yang dari Jalan Kebun Raya dilarang untuk belok ke timur. Pengendara diwajibkan untuk belok ke kiri atau melintasi jembatan anyar.
Selain itu, pengendara dari Jalan Kebun Raya tidak boleh lagi berbelok ke kanan atau arah timur, tetapi wajib ke kiri melalui jembatan baru.
Lalu dampak lain pengendara dari Jalan Kusumanegara datang dari arah barat menuju ke timur tidak diperbolehkan membelok ke kanan. Artinya pengendara dilarang menuju Jalan Kebun Raya.
Selain itu untuk di Simpang SGM, arus lalu lintas dari utara ke timur yang sebelumnya bisa langsung belok kiri berubah menjadi akan mengikuti lampu.
Baca Juga: Wow! Dana Trilyunan Disiapkan Untuk Garap Proyek Jembatan Batam-Bintan
"Jadi tidak bisa belok lagi ke kanan atau menuju Kebun Raya tapi pengendara wajib lurus ke timur, ke arah Gedongkuning," jelasnya.
Disampaikan Agus bahwa skema rekayasa lalu lingas ini tetap mempertimbangkan keselamatan pengendara atau pengguna jalan. Sehingga memang tidak mungkin arus lalu lintas akan terpengaruh.
"Jadi nanti kalau jembatan baru telah beroperasi maka sisi timur jembatan itu tidak akan untuk crossing kendaraan. Itu bisa membahayakan ya, sehingga perlu kita halau," tuturnya.
Agus berharap jembatan baru yang menghabiskan anggaran sekitar Rp. 6 miliar tersebut dapat bertahan lama. Sehingga ke depan beban serta volume kendaraan dapat terurai dengan kehadiran jembatan baru ini.
Ditambahkan Agus, selama uji coba pihaknya bersama dengan jajaran Polresta Yogyakarta bakal turut memantau jalannya arus lalu lintas.
Berita Terkait
-
Wow! Dana Trilyunan Disiapkan Untuk Garap Proyek Jembatan Batam-Bintan
-
Menteri Pembangunan Pastikan Proyek Jembatan Babin Digarap Sebelum 2024
-
Jadi Tempat Tawuran, Pemprov DKI Bakal Robohkan Jembatan Paris Johar Baru
-
Setelah Proyek Lunas, Jembatan Joyoboyo Surabaya Bisa Segera Dibuka
-
Jembatan Kretek II Mulai Dibangun, Proses Mencapai 25 Persen
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Jalan Damai 57 Biksu Tembus Panas dan Luka, Yogyakarta Jadi Titik Istimewa Menuju Borobudur
-
Tanggapi Pembubaran Ibadah di Bantul, Sultan HB X: Tidak Ada yang Boleh Merasa Paling Benar Sendiri!
-
Kesbangpol Bantul Kaji Legalitas Tempat Ibadah GMS Usai Dugaan Aksi Pembubaran
-
Tanah Adat Dirampas, Konflik dengan Negara Kian Memanas, RUU Masyarakat Adat Mendesak Disahkan
-
Dua Dekade Gempa Jogja, Ancaman Megathrust dan Pentingnya Klaster Bencana