SuaraJogja.id - Seperti halnya beberapa negara lain, Indonesia mulai memberlakukan larangan wisatawan asing untuk bertandang ke negara ini untuk sementara waktu. Kebijakan ini diberlakukan karena tingginya angka kasus COVID-19 di sejumlah negara seperti India
"Wisatawan asing untuk per hari ini tidak diperkenankan masuk [indonesia] karena kita masih menutup perbatasan," ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno disela vaksinasi COVID-19 bagi 7.500 pelaku pariwisata di Jogja Expo Center (JEC), Senin (26/04/2021).
Menurut Uno, khusus untuk wisatawan asal India, pemerintah menutup total akses masuk ke negara ini. Sebab kasus COVID-19 di negara tersebut semakin 'menggila' dengan jumlah penularan yang tinggi.
Penutupan akses masuk wisatawan asing dilakukan untuk memastikan tidak ada penularan virus dari klaster pariwisata. Diharapkan kebijakan tersebut dapat menekan jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia.
Baca Juga: Sandiaga Uno Tantang Pengikutnya Bikin Pantun Sambut Ramadhan
"Penularan diharapkan dapat ditekan dan situasi kondusif terkendali," tandasnya.
Sementara untuk pariwisata di tingkat domestik, Kemenpar mempersilahkan dibuka dengan catatan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Kebijakan ini diberlakukan sesuai kondisi zona penularan COVID-19 di masing-masing daerah.
Namun pada libur Lebaran mendatang, kawasan wisata hanya bisa diakses oleh masyarakat lokal di masing-masing daerah. Hal ini menyusul adanya larangan mudik pada 6-17 Mei 2021 serta pengetatan perjalanan dalam negeri selama H-14 dan H+7 pada 22 April-5 Mei serta 18-24 Mei 2021.
Larangan mudik ini diberlakukan agar tingginya kasus COVID-19 pada libur Lebaran 2020 lalu tidak terjadi kembali pada tahun ini. Pada tahun lalu meski ada penyekatan kawasan perbatasan dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), lonjakan kasus positif tetap naik lebih dari 94 persen.
"Karenanya [melalui] ppkm mikro, kita pantau ketat [arus mudik] agar tidak ada penularan covid-19," tandasnya.
Baca Juga: Sandiaga Uno Pasang Badan Soal Pembukaan Bioskop di Tengah Pandemi Covid-19
Sementara terkait vaksinasi pelaku pariwisata, pemerintah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mempercepat program tersebut. Khususnya di daerah yang paling banyak terdampak ekonomi dan pariwisatanya akibat pandemi COVID-19.
Berita Terkait
-
Viral! Istri Polisi Joget di Zebra Cross, Suami Kena Skors
-
Sinopsis 'L2: Empuraan', Film Aksi India yang Dibintangi Mohanlal
-
Sinopsis Kanneda, Series India Dibintangi Parmish Verma dan Jasmin Bajwa
-
Sandiaga Uno Intip Peluang Potensi UMKM di Love Second Change
-
Sinopsis Tumko Meri Kasam, Film India Terbaru Anupam Kher dan Adah Sharma
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan