SuaraJogja.id - Polda DIY mengajak warga untuk ikut berpartisipasi menjaga keamanan dan keselamatan bersama selama mudik Lebaran dilarang.
Dalam pemaparannya di webinar bertajuk "Larangan Mudik 2021, Seberapa Efektif?", yang ditayangkan Suaralive secara langsung di kanal YouTube Suaradotcom, Kamis (29/4/2021), Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto berharap, warga kampung turut serta menghalau pemudik yang nekat melintasi jalan tikus demi menghindari pos-pos penyekatan.
"Kita ini di Jogja penanganan covid dari penyekatan di kampung-kampung diakui secara nasional. Mudah-mudahan nanti pada tanggal 6-17 Mei itu partisipasi masyarakat pun saya kira layak untuk diikutkan," ujar Yuli.
Menurut dia, penting bagi warga lokal untuk membangun kesadaran akan perlunya larangan mudik Lebaran ini demi menekan angka penularan Covid-19. Maka dari itu, pihaknya menilai, warga kampung memiliki peran penting menjaga jalan-jalan tikus yang bisa saja dimanfaatkan pemudik yang nekat keluar atau masuk DIY.
Baca Juga: Pelabuhan Kendal Kedatangan Ratusan Pemudik dari Kumai
"Misalnya di wilayah Tempel, jalur utama kan yang disekat jalan Jogja-Magelang, misal ada yang lewat pasar, mudah-mudahan kampung di situ juga bisa melakukan penyekatan, pemeriksaan, sehingga tidak ada orang luar, orang jauh yang masuk. Ini harus dibangun bersama-sama," tutur Yuli.
Dirinya pun mengingatkan bahwa pelaku perjalanan berpotensi tertular Covid-19, sehingga untuk mencegah penularannya, warga perlu membantu petugas melakukan penyekatan di kampung masing-masing.
"Mungkin saudara dari jauh sehat, tetapi kita tidak pernah tahu di perjalanan apakah dia singgah sahur, buka puasa, berhenti di pom bensin, kan bisa saja berpotensi tertlar di jalan," imbuhnya.
Dalam menegakkan larangan mudik Lebaran, Polda DIY bersama Dihub DIY dan personel TNI, Dinas Kesehatan, hingga organisasi masyarakat menjaga ketat wilayah DIY. Masa penjagaan dibagi dalam tiga tahap: pengetatan mudik pra-Lebaran, peniadaan mudik, dan pengetatan mudik pasca-Lebaran. Pengetatan mudik pertama berjalan pada 22 April sampai 5 Mei, peniadaan mudik pada 6-17 Mei, dan pengetatan mudik terakhir pada 18-24 Mei.
Sama seperti pasca-peniadaan mudik, selama pengetatan mudik pra-peniadaan mudik, pelaku perjalanan wajib memenuhi syarat hasil negatif RT-PCR/rapid test antigen maksimal 1x24 jam atau hasil negatif Genose C19 sebelum keberangkatan.
Baca Juga: Mudik Dilarang, Pengajuan Refund Tiket Pesawat Dibayar Utuh
Sementara itu, selama 12 hari masa peniadaan mudik, semua moda transportasi darat, laut, dan udara dilarang beroperasi. Masyarakat pun dilarang melakukan perjalanan kecuali bagi mereka yang memiliki keperluan dinas -- dilengkapi surat tugas, kunjungan keluarga sakit, keluarga meninggal, dan kepentingan bersalin ibu hamil.
Berita Terkait
-
Arus Balik Lebaran 2025: Persiapan Darurat Jadi Kunci Perjalanan Aman
-
Diskon Tol Arus Balik Lebaran 2025: Cara Dapat Potongan 20 Persen & Jadwal Lengkap
-
Arus Balik Lebaran, Lonjakan Jumlah Pengendara Terjadi di Jalan Tol Sumut, Kalimantan Timur dan Bali
-
Mudik Pulang Kampung: Panduan Cerdas Hadapi Arus Balik Lebaran 2025
-
Mudik Balik Lebaran 2025: Pilih Waktu Tepat, Pulang Jadi Nikmat
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Laptop, Dompet, Jaket... Semua 'Pulang'! Kisah Manis Stasiun Gambir Saat Arus Balik Lebaran
-
4 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Free Fire, Terbaik April 2025
-
9 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Game, Terbaik April 2025
-
Seharga Yamaha XMAX, Punya Desain Jet: Intip Kecanggihan Motor Listrik Masa Depan Ini
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
Terkini
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY
-
Gunung Merapi Masih Luncuran Ratusan Lava, Simak Aktivitas Terkini Sepekan Terakhir
-
Tren Kunjungan Meningkat, Jip Wisata Lereng Merapi Masih Jadi Alternatif Liburan saat Lebaran 2025
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil