SuaraJogja.id - Hari ulang tahun Nani Aprillia Nurjaman, pengirim sate sianida yang jusru menewaskan bocah SD di Bangunharjo, Sewon, Bantul, berubah kelam. Tepat di hari ia menapaki usia baru pada 30 April lalu, Nani ditangkap petugas kepolisian karena identitasnya terungkap setelah polisi menyelidiki pelaku dari kasus tewasnya Naba Faiz Prasetya (10).
Penangkapan Nani, yang dilakukan sekitar pukul 22.30 WIB pada Jumat (30/4/2021) itu sempat diketahui oleh tetangganya. Eni Wulandari (50), saat ditemui di Pedukuhan Cepokojajar RT 3, Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, mengatakan, awalnya Nani sedang berurusan dengan debt collector.
"Setelah saya lihat yang datang mobil polisi. Saya tidak tahu ada persoalan apa yang menimpa dia. Setelah itu baru saya tahu ada cerita tentang kasus racun [sate] itu," terang Eni, ditemui wartawan, Selasa (4/5/2021).
Ia melanjutkan, Nani tinggal seorang diri. Wanita 25 tahun ini diketahui sejak sekitar 7 bulan lalu tinggal di rumah bercat hijau itu.
"Dia memang tinggal sendiri, tapi biasa didatangi oleh laki-laki. Namanya Pak Tomy," kata Eni.
Ia mengungkapkan bahwa Nani adalah pribadi perempuan yang sopan dan baik terhadap dirinya. Meski demikian, Nani tak terlalu dekat dengan tetangga sekitar rumahnya karena pekerjaannya.
"Setahu saya dia ini kerja di kosmetik yang ada di Gamping, Sleman. Jika ada yang mengatakan sering pulang malam, memang bekerjanya sampai malam," ujar dia.
Tak hanya itu, Nani juga kerap memberi makanan ke tetangga lewat Eni. Beberapa waktu lalu, perempuan muda ini sempat kembali ke Majalengka, Jawa Barat untuk bertemu ibunya.
"Ketika sampai di rumah, dia memberikan dodol kepada saya. Orangnya baik dan sopan. Jarang bergaul, tapi pernah ikut arisan tiga kali," terang dia.
Baca Juga: Lengkap! Profil Pelaku Sate Beracun Merupakan Karyawan Salon Kecantikan
Disinggung sedekat apa dengan Tomy, Eni menjelaskan, sempat beredar kabar keduanya sudah bersuami istri. Namun, Tomy tidak begitu sering berada di rumah tersebut.
"Biasa datang, tapi tidak sampai lama menginap di sana. Saya pernah tanya ke mana Pak Tomy, dia jawab sedang keluar kota," kata dia.
Eni mengatakan bahwa Tomy terakhir datang ke rumah Eni sekitar 3 pekan dari tanggal 25 April. Setelah itu, pria yang merupakan polisi itu tak pernah datang lagi hingga penangkapan Eni.
"Saat ini sudah tak terlihat lagi, sudah tidak pernah ke sini," kata Eni.
Terpisah, Ketua RT 3 Agus Riyanto (40) menerangkan bahwa Nani dan Tomy mendatangi dirinya untuk menempati rumah di wilayah Cepokojajar. Keduanya sempat mengaku menikah siri.
"Jika dulu itu sudah setahun tinggal di sini. Sebelum tinggal di sini, Pak Tomy dan Mbak Nani telepon saya dan menemui saya untuk tinggal di sini. Jadi jika ada warga baru, harus laporan ke sini, dan dari laporan mereka sudah menikah siri," terang dia.
Tag
Berita Terkait
-
Lengkap! Profil Pelaku Sate Beracun Merupakan Karyawan Salon Kecantikan
-
Kronologi Nani Kirim Sate Sianida hingga Ditangkap, Terancam Hukuman Mati
-
Tetiba Disinggung Soal Sate Sianida, Marsha Aruan Bertanya-tanya
-
Sosok Aiptu Tomy Target Sate Sianida Nani, Diduga Pernah Dapat Penghargaan
-
Top 5 SuaraJogja: Pemberi Sate Sianida Sakit Hati, Target Asli Aiptu Tomi
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Ibadah GMS di Bantul Dibubarkan Ormas, Polisi Turun Tangan, Begini Hasil Mediasinya
-
Penjualan Hewan Kurban Turun 10 Persen, Pedagang Pusing Harga Pakan Naik Jelang Idul Adha
-
Dugaan Korupsi Tiga Mantan Pengurus BUKP Tempel Sleman, Negara Rugi Rp2,1 Miliar
-
Siap Lari di Mandiri Jogja Marathon 2026? Marriott Yogyakarta Hadirkan Paket Race & Rest Bagi Pelari
-
Jalan Damai 57 Biksu Tembus Panas dan Luka, Yogyakarta Jadi Titik Istimewa Menuju Borobudur