SuaraJogja.id - Hari Raya Idulfitri 2021 tinggal menghitung hari lagi. Meski demikian, kondisi los pakaian Pasar Beringharjo masih sepi dari pengunjung, berbeda dari tahun sebelumnya. Kepadatan pengunjung sendiri diperkirakan akan meningkat setelah hari raya.
Ketua Paguyuban Pedagang Sisi Barat Pasar Beringharjo, Bintoro mengaku bahwa di kawasannya belum terlihat ada peningkatan konsumen. Bahkan para pedagang disebut kaget lantaran jumlah pengunjung yang datang tidak seramai tahun sebelumnya.
Saat ini kondisi Pasar Bringharjo bagian barat, khususnya di los pakaian batik, cenderung sepi. Beberapa yang menunjukkan peningkatan pengunjung adalah los pakaian umum, muslim dan perlengkapan ibadah.
"Dari kami juga masih belum pasti (ada peningkatan pengunjung). Karena kondisi saat ini di Beringharjo sepi sekali juga ada penerapan dari pemerintah yang melarang untuk mudik," terang Bintoro saat dihubungi Rabu (5/5/2021).
Terkait adanya larangan mudik dan kondisi pengunjung yang masih sepi sampai hari ini, membuat pada pedagang ragu jika kedepannya akan ada peningkatan konsumen. Namun, para pedagang berharap agar kedepannya pembeli bisa ramai meskipun tidak seramai tahun sebelumnya.
Terlebih, untuk los pakaian batik sendiri memiliki segmentasi penggemar berasal dari luar daerah. Harapannya, pembeli tahun ini bisa mencapai 40 hingga 50 persen dari jumlah pengunjung sebelumnya. Sebab, pihaknya belum merasa yakin dengan adanya peraturan larangan mudik.
Sejauh ini, Bintoro mengaku bahwa para pedagang tidak banyak menambah stok dagangan mereka. Sebab, sebelum puasa saat ada gelombang liburan Pasar Beringharjo sempat ramai pembeli. Namun setelah memasuki bulan puasa kondisi pasar langsung berubah sepi, termasuk hari Sabtu dan Minggu juga minim pengunjung.
Bintoro juga menjelaskan bahwa pakaian batik dan tradisional yang banyak dijual pedagang di sisi barat pasar biasanya diminati oleh pendatang dari luar kota, sehingga diperkirakan los pakaian batik dan sejenisnya baru akan ramai pembeli setrlah perayaan Hari Raya Idulfitri 2021.
Sebelumnya, Kepala Dinperindag Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Satono mengatakan, sejak minggu sebelumnya terpantau terjadi peningkatan pengunjung di Pasar Beringharjo. Meskipun tidak signifikan, pengunjung yang datang juga baru warga lokal sekitar Kota Yogyakarta.
Baca Juga: Karawang Siapkan 2 Ribu Personel Gabungan untuk Halau Pemudik
Sejauh ini, pihaknya juga belum melakukan pembatasan jumlah pengunjung lantaran peningkatan tidak signifikan. Penerapan alur masuk dan keluar di Pasar Beringharjo sendiri masih berlaku sebagaimana sedia kala. Bahkan, jika terjadi kerusakan Yunianto mengaku akan segera melakukan perbaikan.
"Puncaknya kepadatan paling kalau lihat dari kalender yang ada di perkiraan kami bulan Mei. Sekitar tanggal 9, minggu depan sampai nanti Lebaran," imbuhnya.
Selanjutnya Yunianto juga menyampaikan puncak pengunjung akan terjadi kira-kira empat hari menjelang Lebaran. Selanjutnya pasca Lebaran sendiri juga diperkirakan ada lonjakan pengunjung yang mencari cindera mata untuk kembali ke kotanya setelah mudik.
Berita Terkait
-
Karawang Siapkan 2 Ribu Personel Gabungan untuk Halau Pemudik
-
Larangan Mudik Lebaran 2021: Syarat Melakukan Perjalanan hingga Sanksinya
-
Cegah Covid-19 Meningkat Lagi, Sleman Dorong Salat Id di Lapangan Kampung
-
Operasi Ketupat Jaya 2021 Berlangsung 12 Hari, Libatkan Personel Gabungan
-
Jangan Sampai Jebol, Ini Tips Kelola THR
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Wacana Taruna Akmil Disiplinkan Siswa Sekolah Rakyat, Dinsos DIY Sebut TNI-Polri Sudah Cukup
-
Kuota SMA Negeri Dimakan Siswa Iseng, Disdikpora Terpaksa Buka Seleksi Cadangan
-
PRIMEFEST 2026: Perayaan Pesta Rakyat
-
Dedikasi Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Masyarakat di Wilayah Kepulauan Sulawesi Tengah
-
Libur Sekolah Jadi Masa Rawan, SAR Yogyakarta Ingatkan Bahaya Ombak Pantai Selatan